Patok lifting migas 2,02 juta barel, ini tiga jurus Kementerian ESDM

Minggu, 24 Februari 2019 | 22:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 2,02 juta barel oil equivalent per day (BOEPD) sebagai angka lifting minyak dan gas bumi nasional tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pun mengungkap berbagai upaya yang akan dilakukan pemerintah, untuk menggenjot produksi migas dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang."Fracturing, balanced drilling adalah salah satu usaha jangka pendek 2 - 3 tahun mempercepat produksi dari lapangan existing," jelas Arcandra dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/2/2019)

Sementara untuk jangka menengah, pemerintah akan menggalakkan Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk aset yang produktif, meskipun harus diakui cara ini membutuhkan waktu yang agak lama.Adapun untuk jangka panjang, sambung Arcandra, pemerintah akan menempuh melalui eksplorasi lapangan migas, "Untuk anak cucu kita, tentu usaha eksplorasi adalah pilihan tepat menjaga produksi migas," ungkapnya.

Pemerintah berharap, keberhasilan kegiatan eksplorasi ke depan rasio bisa di atas 20% atau dalam 5 kali melakukan eksplorasi, bisa ditemukan minimal satu cadangan minyak baru di Indonesia."Kita berharap demikian. Apalagi kita punya dana yang akan menopang ditemukannya lapangan baru," jelasnya.

Jumlah dana tersebut terdiri dari komitmen kontrak kerja sama sistem gross split sebesar US$ 2,1 miliar, dimana sebesar US$ 1,1 miliar di antaranya bisa digunakan pemerintah untuk kegiatan eksplorasi.kbc11

Bagikan artikel ini: