WOM Finance raup laba bersih Rp215 miliar di 2018

Kamis, 21 Februari 2019 | 11:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selama tahun 2018,  PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun, atau meningkat 21% (Year on Year) dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,2 triliun.

Total aset juga mengalami peningkatan sebesar 14% menjadi Rp 8,8 triliun dibandingkan posisi Desember 2017 senilai Rp 7,7 triliun.

Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja mengatakan peningkatan pada 2018 juga terjadi dalam hal piutang pembiayaan.

"Selama 2018 WOM Finance berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 7 triliun, naik sebesar 9% YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6,4 triliun," katanya, Rabu (20/2/2019).

Strategi bisnis yang berjalan telah memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja keuangan.

Sepanjang 2018, Perseroan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 215 miliar, meningkat 19% dari Rp 181 miliar di tahun 2017, dengan Gearing Ratio 5,6 kali lipat, ROE (Return On Equity) 19,93% dan ROA (Return on Asset) 3,25% serta kualitas pembiayaan baik dengan NPF (Non Performing Financing)  2,82%,” tambahnya.

Selama 2018, total pembiayaan WOM Finance mencapai 473 ribu unit yang masih didominasi produk kendaraan sepeda motor baru sebanyak 222 ribu unit. Sedangkan untuk pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu masing-masing 203 ribu dan 17 ribu unit.

Sumber dana yang didapat selama 2018 mencapai Rp 7,1 triliun, tumbuh 15% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 6,1 triliun.

Komposisi sumber dana meliputi pinjaman bank sebesar Rp 4,6 triliun atau 65% dan pinjaman obligasi sebesar Rp 2,5 triliun atau 35%.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar mengatakan bahwa Perseroan telah melakukan sejumlah inisiatif strategis untuk terus meningkatkan pertumbuhan usaha.

Sepanjang 2018, Perseroan memperluas jaringan dengan membuka 9 (Sembilan) kantor jaringan yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, Perseroan juga telah melakukan penggunaan Mobile Survey & Mobile Collection yang optimal untuk perbaikan kualitas portofolio dan peningkatan produktivitas.”

Djaja menambahkan bahwa Perseroan telah menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

“Dengan kerja sama tersebut, Perseroan akan lebih mudah dan lebih akurat dalam mengakses data untuk mempercepat standar layanan,” katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: