Meningkat, pembiayaan multifinance ke sektor produktif

Kamis, 21 Februari 2019 | 06:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Realisasi pembiayaan sektor produktif oleh perusahaan multifinancedi Tanah Air menunjukkan pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang 2018 jenis pembiayaan investasi tumbuh paling besar, yakni 14,41% secara year on year (yoy). Disusul dengan pertumbuhan pembiayaan modal kerja sebesar 5,3%. 

Sementara meski secara jumlah mencakup 58,77% dari total pembiayaan multifinance 2018, pembiayaan multiguna hanya tumbuh 5,05% secara tahunan.

Pembiayaan produktif dari jenis pembiayaan investasi meningkat dari Rp 119,04 triliun per 2017 menjadi Rp 136,20 triliun per 2018. Sementara itu, pembiayaan modal kerja naik dari Rp 22,82 triliun per 2017 menjadi Rp 24,03 triliun per 2018.

PT Mandiri Tunas Finance (MTF) juga mencatat tren yang sama. Per 2018 kemarin, pembiayaan produktifnya mencakup 35,5% dari total pembiayaan yang sebesar Rp 26,9 triliun. Padahal, tahun 2017 pembiayaan produktif baru mencapai 28,7%.

Di sisi lain, pembiayaan konsumtif MTF turun dari 71,3% per 2017 menjadi 64,5% per 2018, dihitung dari keseluruhan pembiayaan perusahaan.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo mengakui, akhir 2018 lalu, perusahaannya memang fokus meningkatkan pembiayaan untuk kendaraan komersial, seperti truk dan pick up. Menurut dia, pergesaran fokus ini terkait dengan meningkatknya harga komoditas dan kebutuhan logistik. 

Anak usaha Bank Mandiri in mencatat, penyalurannya di daerah Kalimantan naik pesat mengingat banyaknya pertambangan dan perkebunan sawit.

Oleh karena itu, tahun ini perusahaannya berencana untuk terus meningkatkan pembiayaan produktif. “Kami prediksi pasar kendaraan penumpang tidak naik pasarnya. Jadi, MTF akan dorong di sektor produktif,” kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: