Ada pesaing di bisnis Avtur, ini kata bos Pertamina

Selasa, 19 Februari 2019 | 07:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) tak khawatir akan ada pemain baru di bisnis avtur. Perseroan menganggap, hal itu sebagai sebuah tantangan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menerangkan, secara aturan memang tidak ada larangan untuk pemain lain masuk ke bisnis avtur.

"Itu tantangan dan kita siap dan memang tantangan, secara regulasi sudah dibuka. Aturan itu sudah ada, sudah lama, semua boleh masuk," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Memang, ada halangan yang membuat badan usaha lain masuk. Salah satunya ialah badan usaha harus menyediakan infrastruktur.

"Barrier to entry juga cukup besar ya karena harus punya infrastruktur. Tapi, persaingan itu sudah terjadi di mana-mana, itu merupakan tantangan bagi kita dan kita siap," ujarnya.

Sekadar diketahui, AKR - BP belum lama ini telah membuka empat SPBU di BSD, Cibubur, Jababeka, dan Bintaro, perusahaan menargetkan tahun ini akan memiliki 20 SPBU yang akan dibuka di area Surabaya. SPBU tersebut bakal dioperasikan oleh PT Aneka Petroindo Raya, perusahaan joint venture BP dan AKR. 

Namun untuk perusahaan yang akan mengelola bisnis avtur, menurut Direktur Utama PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo, nantinya, PT-nya akan berbeda dengan yang mengelola bisnis SPBU. "PT-nya berbeda, sehinga joint venturenya pun dengan BP tetapi divisi berbeda kalau ini retail sedangkan yang kedua joint venture BP RBP, RBP khusus buat avtur," kata dia. 

Haryanto mengungkapkan, pihaknya membidik pasar di Indonesia Timur lebih dulu. Sebab, di daerah tersebut banyak bandara baru. "Jadi kita bisa gabung dan masuk dari awal untuk infrastrukturnya," jelasnya.

Untuk infrastruktur, kata Haryanto, AKR diuntungkan karena sebelumnya sudah memiliki terminal-terminal BBM. "Kalau kilang kan tidak perlu, karena avtur kita hampir separuhnya itu impor. Jadi infrastrukturnya untuk kami tidak banyak menelan biaya," kata dia.

Dia memaparkan untuk bisnis avtur ini perusahaan sudah menyiapkan infrastruktur karena sudah memiliki beberapa titik penampungan, yakni hingga 16 titik. "Infrastruktur di pelabuhan dan darat siap, kami cukup expertise untuk bisnis di avtur ini," tandas Haryanto. kbc10

Bagikan artikel ini: