BPJS Ketenagakerjaan Jatim targetkan bisa akuisisi 2,336 juta peserta baru di 2019

Jum'at, 25 Januari 2019 | 17:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur terus dipacu. Pada tahun ini, lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja ini menargetkan bisa mengakuisisi sebanyak 2,336 juta peserta baru di seluruh wilayah Jawa Timur.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur Dodit Isdiyono mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jatim tahun ini memang menetapkan target yang cukup tinggi karena tahun ini menjadi tahun “Aggressive Growth”.

“Untuk akuisisi kepesertaan baru, kami menargetkan ada kenaikan sebesar 3 persen dibanding tahun 2018. Dari 2.257.958 peserta baru di tahun 2017 menjadi 2.336.252 peserta baru,” ujar Dodit kepada wartawan saat acara Gathering Media di Batu, Jumat (25/1/2019).

Dengan rincian, peserta dari tenaga kerja  penerima upah ditarget sebesar 796.634 tenaga kerja, Sementara tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) ditarget bisa mencapai 411 156 tenaga kerja, naik sebesar 27 persen dibanding 2018 yang mencapai 199.731 tenaga kerja. Selain itu, jumlah Badan Usaha atau perusahaan baru yang diakuisisi juga ditargetkan sebanyak 28.630 Badan Usaha, naik 27 persen dibanding 2017.

“Agar bisa mencapai target, kami telah melakukan berbagai langkah strategis, diantaranya adalah melakukan kolaborasi tripartit antara pemerintah, pengusaha dan tenaga kerja dan menambah jumlah “Perisai” dan agen. Bahkan kami mewajibkan kepada 16 kantor cabang dan 20 kantor cabang perintis untuk segera memenuhi target kuota Perisai,” tambah Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto.

BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim juga berupaya menjalin kerjasama lebih lanjut dengan perusahaan platinum yang sudah menjadi peserta untuk mengakuisisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi binaannya. “Jumlah UMKM binaan perusahaan platinum ini biasanya juga sangat besar. Perusahaan Rokok Sampoerna misalnya, jumlah UMKM binaannya mencapai 100 ribu UMKM,” ujarnya.

Sementara  pengumpulan iuran jaminan sosial pada tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp 6,225 triliun, naik 15 persen dibanding 2017 yang mencapai Rp 5,26 triliun. kbc6

Bagikan artikel ini: