Penjualan anjlok, pabrik iPhone pangkas 50 ribu pekerjanya

Jum'at, 25 Januari 2019 | 07:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Foxconn, pabrik iPhone, memangkas jumlah pekerja kontrak musiman mereka di pabrik Zhengzhou, Tiongkok. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 50 ribu pekerja musimannya yang dipangkas oleh Foxconn sejak Oktober 2018.

Bahkan, sebagaimana dikutip Nikkei Asian Review via Liputan6.com, Rabu (23/1/2019), pemangkasan pekerja bulan ini lebih banyak ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Hal ini terkait dengan penjualan iPhone yang mengalami penurunan tahun lalu.

"Tahun ini sangat berbeda, perusahaan menyudahi kontrak dengan pekerja musiman sebelum akhir tahun," kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Pemasok iPhone lainnya bahkan telah membiarkan kontrak pekerjanya berakhir lebih cepat dari biasanya karena mereka tengah berjuang, sehubungan dengan permintaan komponen yang lebih sedikit ketimbang periode waktu sebelumnya.

Awal bulan ini, Apple mengumumkan penurunan pendapatan pada akhir 2018 lalu. Tahun 2019 diperkirakan akan jadi tahun yang kian sulit untuk Apple, pasalnya kondisi pasar smartphone tengah lesu ditambah dengan berlarutnya perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Tak hanya Foxconn, Pegatron, perusahaan yang juga jadi pemasok komponen iPhone mulai menghentikan kontrak kerja bulanan mereka sejak November lalu.

Menurut seorang sumber dalam perusahaan, hal pemangkasan kerja terhadap 200 ribu karyawan merupakan praktik yang normal dilakukan, hingga hanya ada 100 ribu pekerja di pabriknya untuk operasional sehari-hari.

"Untuk 2018, pemangkasan karyawan terjadi lebih cepat ketimbang tahun-tahun sebelumnya karena permintaan (terhadap iPhone) yang memburuk," tutur sumber tersebut.

Tidah hanya itu, sumber-sumber di industri ini menyebut, pengurangan pekerja juga dilakukan oleh pemasok komponen utama iPhone yang berbasis di Shenzhen. Setidaknya, perusahaan tersebut mengurangi 4.000 pekerja dari Oktober hingga Maret.

"Perusahaan belum memberhentikan pekerja, keputusan untuk PHK atau tidak, diambil setelah 1 Maret," kata sumber tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: