Genjot produksi lokal, pameran mainan terbesar di Asia Tenggara bakal digelar

Senin, 21 Januari 2019 | 10:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Mainan Anak (AMI) berencana menggelar pameran mainan terbesar di Asia Tenggara untuk mendorong penjualan mainan produksi Indonesia.

"Kami sedang penjajakan untuk kerja sama dengan pihak-pihak lain. Dan bulan Juli nanti kami akan adakan pameran mainan terbesar di Asia Tenggara," kata Ketua AMI Sutjiadi Lukas di Jakarta, Minggu (20/1/2019)

Pameran rencananya akan digelar di JIExpo Kemayoran pada 18-20 Juli nanti. AMI akan mengundang pula pembeli-pembeli dari luar negeri.

"Kami akan undang pembeli-pembeli dari luar. Itu strategi kami untuk meningkatkan penjualan," kata Sutjiadi.

AMI memprediksi industri mainan akan tumbuh sekitar 10% tahun ini. "Untuk tahun ini kami ngga muluk-muluk karena situasi politik juga mempengaruhi. Kira-kira naik 10%," tuturnya.

Meski diprediksi akan tumbuh dua digit. Sutjiadi melihat pada kuartal pertama 2019 tren industri mainan akan menurun. "Untuk kuartal pertama ini trennya menurun karena situasi politik," terang Ketua AMI.

Tak cuma pasar lokal, AMI pun menggenjot penjualan ekspor. Tutupnya beberapa pabrik mainan di Vietnam membuat industri mainan di Indonesia kelimpahan pesanan.

Sekadar diketahui, bisnis mainan perkembangan nilai ekspor industri mainan meningkat 19,25% selama Januari hingga Juni 2018 dibanding periode yang sama tahun 2017.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian pada Januari hingga Juni 2017 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 124,87 juta. Sementara untuk Januari hingga Juni 2018 nilai ekspor industri mainan Indonesia mencapai US$ 148,91 juta.

Meningkatnya nilai ekspor industri mainan Indonesia dipengaruhi oleh tutupnya beberapa pabrik mainan di Vietnam. "Untuk tahun kemarin kalau ekspor ada peningkatan. Mengingat ada beberapa pabrik mainan di Vietnam tutup kemudian mengalihkan pemesanan kepada Indonesia untuk di ekspor," tutur Sutjiadi.

Untuk impor mainan pada tahun lalu diklaim Ketua AMI sedikit menurun. Sementara bisnis lokal dinilai sedikit mengalami peningkatan. "Tujuan pemerintah mengurangi impor mungkin tercapai untuk pengurangan impor tahun lalu. Untuk peningkatan bisnis lokal itu ada," ungkap Sutjiadi.

Mainan yang paling banyak diekspor adalah boneka Barbie dan jenis mainan mobil-mobilan dengan tenaga aki. kbc10

Bagikan artikel ini: