Mulai 21 Januari, tujuh ruas jalan tol Trans-Jawa tak lagi gratis

Jum'at, 18 Januari 2019 | 20:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tujuh ruas Tol Trans-Jawa yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam waktu dekat akan bertarif. Informasi tersebut diunggah PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui akun resmi Instagram mereka, @official.jasamarga, pada Jumat (18/1/2019). 

"Mulai 21 Januari 2019 pukul 00.00 WIB akan diberlakukan tarif pada ruas baru Jalan Tol Trans Jawa," demikian tulis Jasa Marga.

Dari tujuh ruas yang diresmikan, lima di antaranya dikelola Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas yaitu Tol Batang-Semarang, serta Tol Semarang-Solo segmen Salatiga-Kartasura. 

Kemudian, Tol Gempol-Pasuruan segmen Pasuruan-Grati, Tol Surabaya-Gempol Seksi Relokasi Porong-Gempol, serta Tol Ngawi-Kertosono-Kediri segmen Wilangan Kertosono. Dua ruas terakhir yakni Tol Jombang-Mojokerto segmen Bandar-Kertosono merupakan milik Astra Infra Toll Road dan Tol Pemalang-Batang milik PT Waskita Toll Road. 

Hanya saja, AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru masih enggan mengungkapkan besaran tarif yang akan berlaku. "Segera diinfokan. Tarifnya cukup banyak karena sampai lima ruas. Saya lagi compile," kata Heru.

Hal senada juga diungkapkan Corporate Secretary Waskita Toll Road Alex Siwu. "Kalau sudah dapat akan kita infokan," kata dia.

Jika mengacu pada rasionalisasi tarif maka tarif yang seharusnya diterapkan yaitu Rp 1.000 per kilometer.

Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelumnya meminta agar Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengkaji penyederhanaan tarif Tol Trans-Jawa agar dapat lebih kompetitif dibandingkan tarif pesawat terbang. 

"Saya kemarin ke Bandung naik kereta, saya tanyakan penentuan tarif gimana. Jakarta-Tegal dengan Jakarta-Semarang tarifnya ternyata podo (sama). Bedanya kalau sampai Surabaya aja. Saya kira kita bisa belajar dari situ juga, mungkin," kata Basuki. kbc10

Bagikan artikel ini: