Animo masyarakat kian tinggi, KAI Daop 8 bidik jumlah penumpang di 2019 naik 5,1%

Selasa, 15 Januari 2019 | 13:41 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja PT Kereta Api Indonesia kian moncer. Dengan berbagai perbaikan dan inovasi layanan, animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api kian tinggi.  Di Daerah Operasi 8 Surabaya misalnya, jumlah penumpang KA selama tahun 2018 mencapai 11.292.719 penumpang. Jumlah tersebut naik 9,5 persen dibanding tahun 2017 dengan jumlah penumpang 10.315.954 orang. 

“Melihat kinerja di 2018, PT KAI Daop8 menargetkan pada tahun 2019 ini, jumlah penumpang yang akan naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mencapai 11.863.839, atau naik 5,1 persen dibandingkan dengan tahun 2018,” terang Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto di Surabaya, Selasa (15/1/2019).

Guna mencapai target kenaikan jumlah penumpang tersebut, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya sedang berupaya akan menambah 2 perjalanan KA baru di lintasan jalur utara yang saat ini masih dalam tahap pembahasan, dan akan menjalankan secara reguler untuk KA tambahan Relasi Surabaya Gubeng - Malang yang biasanya hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, menjadi beroperasi setiap hari.

Dengan semakin baiknya tingkat kenyamanan dan pelayanan di transportasi kereta api, diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api sebagai mobilitas kesehariannya. Sehingga angka kemacetan jalan raya bisa dikurangi dengan cara membudayakan menggunakan transportasi massal seperti kereta api. 

“Tentunya butuh dukungan dari semua stakeholders di wilayah Jawa Timur ini, terutama dari pihak pemda dalam mewujudkan suatu transportasi yang saling terintegrasi antara modal transportasi yang ada. Sehingga transportasi darat, laut dan udara bisa saling bersinergi dalam melayani akan kebutuhan transportasi yang aman, cepat, nyaman dan murah bagi masyarakat pada umumnya, dan khususnya bagi warga Jawa Timur,” harapnya.

Adapun rincian dari jumlah penumpang KA di tahun 2018 berdasarkan kelas keretanya adalah, untuk Kereta Eksekutif mencapai 1.551.374 orang, Kereta Bisnis mencapai  523.044 orang, Kereta Ekonomi sebesar  3.359.959 orang dan Kereta Lokal Ekonomi sebesar 5.858.342 orang.

Sedangkan okupansi kereta api jarak jauh/ menengah yang tertinggi selama tahun 2018, adalah, untuk KA Mutiara Selatan (St. Surabaya gubeng - St.Bandung), okupansi rata-rata mencapai 145  persen (adanya penumpang dinamis antara Malang - Surabaya). Dan untuk  KA Jayabaya (St.Malang - St.Pasar senen), okupansi rata-rata mencapai 116 persen (adanya penumpang dinamis antara Malang - Surabaya).

Sementara KA Bima (St.Malang - St.Gambir), okupansi rata-rata mencapai 107 persen dan  KA Kertajaya (St.Surabaya Pasar Turi - St.Pasar senen), okupansi rata-rata 89 peraen. KA Mutiara Timur Malam (St.Surabaya Gubeng - St. Banyuwangi). Okupansi rata-rata 83 persen dan KA Mutiara Timur Siang (St.Surabaya Gubeng - St. Banyuwangi). Okupansi rata-rata 83 persen.

Untuk  KA Sancaka Sore (St.Surabaya Gubeng - St.Jogyakarta), okupansi rata-rata mencapai 78  persen. KA Ambarawa (St.Surabaya Pasar Turi - St.Semarang Poncol) okupansi rata-rata 77 persen dan KA Argo wilis (St.Surabaya Gubeng - St.Bandung) okupansi rata-rata 73 persen. Serta  KA Sancaka Pagi (St.Surabaya Gubeng - St Jogyakarta) okupansi rata-rara 71 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: