Garuda Indonesia resmi kelola operasional Sriwijaya Air

Selasa, 15 Januari 2019 | 07:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maskapai Sriwijaya Air menjalin kerja sama dengan lima mitra strategis yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini, beberapa kegiatan operasional penerbangan Sriwijaya Air akan dikelola oleh sejumlah anak usaha Garuda. Dari sisi ground handling misalnya, Sriwijaya Air akan memberikan kepercayaan kepada PT Gapura Angkasa.

"Untuk sisi pelayanan konsumsi penumpang serta penjualan suvenir selama penerbangan, Sriwijaya Air menunjuk PT Aerofood Indonesia atau lebih dikenal dengan Aero Catering Service (ACS) sebagai pengelolanya," ujar Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/1/2019).

Joseph menambahkan, PT Aerotrans Service Indonesia akan mengelola seluruh transportasi pilot beserta awak kabin Sriwijaya Air. PT Aero Globe Indonesia atau dikenal dengan Aerotravel akan menjadi kanal distribusi Sriwijaya Air dalam travel dan leisure.

"Untuk yang terakhir yakni penanganan kargo, Sriwijaya Air akan mempercayakan operasionalnya kepada PT Aerojasa Cargo atau Aero Express," kata Joseph.

Joseph mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis yang diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga sebagai upaya peningkatan efisiensi dan optimalisasi perusahaan.

"Dengan didukung oleh lima unit usaha Garuda Indonesia Group sekaligus, kami optimis tahun 2019 ini Sriwijaya Air dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Sejalan dengan itu, maka kami optimis dapat meraih hasil yang positif dari sisi bisnis maupun kontribusi kami dalam pengembangan dunia penerbangan Indonesia," ucap Joseph.

Sebelumnya, Garuda Indonesia Group, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Hal ini direalisasikan dalam bentuk serja sama operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSO tersebut telah ditandatangani pada tanggal 9 November 2018.

Nantinya, keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: