6.314 Rumah tangga di Pasuruan teraliri gas bumi PGN

Selasa, 8 Januari 2019 | 20:07 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

PASURUAN, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali merampungkan penambahan infrastruktur gas bumi untuk rumah tangga di kota Pasuruan, Jawa Timur. Proyek pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) ini merupakan penugasan pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penambahan Jargas ini merupakan bagian dari sokongan pemerintah terhadap ekspansi pelayanan gas bumi oleh PGN. “Pembangunan Jargas merupakan upaya pemerintah melakukan pemerataan atas pemanfaatan kekayaan alam yang kita punya,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan saat peresmian Jargas RT di Pondok Pesantren As-Salafiyah Pasuruan, Selasa (8/1/2019).

Rencananya, Jargas yang akan mengalir memanfaatkan sumber gas hulu dari Husky CNOOC Madura Ltd. Volume gas itu mencapai  0,2 MMSCFD  yang akan terdistribusi kepada ribuan rumah tangga di Kota Pasuruan. Harga jual untuk konsumen Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil di Pasuruan sesuai Keputusan Kepala BPH Migas adalah RT 1 & PK 1 sebesar Rp. 4.250/m3 dan untuk RT 2 & PK 2 sebesar Rp. 6.000/m3. 

“Ke depan, infrastruktur Jargas akan lebih banyak dibangun. Namun yang patut selalu diingat, Jargas ini adalah aset milik bangsa, harus selalu dijaga dan dirawat,” tukas Jonan.

Sementara pada tahun ini, direncanakan  89.727 sambungan jargas akan dibangun dengan menggunakan dana APBN dam di tahun 2020, jika anggaran memenuhi, alokasi pembangunan jargas bakal ditambah hingga satu juta sambungan jargas rumah tangga.

Pembangunan jargas ini selain untuk mengurangi biaya subsidi gas elpiji juga akan meminimalisir volume impor gas yang bisa mencapai sekitar 3,5 juta ton hingga 4 juta ton per tahun. Karena produksi gas elpiji dalam negeri hanya sekitar 2 juta ton hingga 2,5 juta ton sementara kebutuhan dalam negeri mencapai 6,5 juta ton sampai 6,7 juta ton per tahun. 

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, mengungkapkan penambahan infrastruktur distribusi gas ini merupakan upaya bersama menciptakan ketahanan energi nasional. Tak hanya itu, lanjutnya, lewat pembangunan Jargas ini menunjukan keseriusan pemerintah dalam hal pembangunan ekonomi nasional.

Sedikitnya, Jargas Kota Pasuruan itu akan melayani sebanyak 6.314 rumah tangga yang tersebar di beberapa kecamatan. “Penggunaan gas untuk rumah tangga akan lebih efisien, sehingga secara jangka panjang akan menguatkan daya beli masyarakat,” tambah Gigih.

Sebagai tambahan, sejauh ini PGN telah melayani 55.001 pelanggan dimana 54.322 diantaranya adalah pelanggan segmen rumah tangga, 141 pelanggan komersial, 167 pelanggan industri jasa komersial, dan 471 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik. Pelayanan PGN ditopang dengan kehadiran infrastruktur di  wilayah Distribusi Jawa Timur, dengan pipa sepanjang 1.075 km, serta 321,9 km Jargas eksisting.

Pada kesempatan yang sama, pengasuh Pondok Pesantren As-Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid mengatakan bahwa pesantren merupakan lingkungan yang memiliki spesialisasi dan ciri khas sendiri, tempat mendidik santri dari penjuru tanah air. Dengan adanya jargas di beberapa titik di pesantren akan memudahkan santri dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari. 

“Gas dibutuhkan oleh masyarakat. Saya sebenarnya sudah lama dengar dan baru sekarang realisasinya. Pondok dapat fasilitas gas di beberapa titik dan saya sangat berterima kasih,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: