Tahun politik, penjualan produk ini diprediksi bakal meningkat

Jum'at, 4 Januari 2019 | 06:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski sebagian pelaku usaha was-was atas kinerja penjualan di tahun 2019 yang notabene tahun politik, namun ada peluang peningkatan penjualan oleh sejumlah sektor industri.

Pasalnya, konsumsi masyarakat diprediksi meningkat terutama menjelang pilpres dan pileg di April 2019. Beberapa sektor itu diantaranya makanan dan minuman (mamin).

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Bidang Kebijakan Publik, Rachmat Hidayat mengatakan, makanan dan minuman yang paling laku adalah makanan kemasan dan minuman botol.

"Ya tentu makanan makanan yang siap dimakan ya, atau minuman yang siap diminum ya, minuman minuman botolan, makanan makanan kemasan," katanya di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Dia mencontohkan, makanan dan minuman yang dimaksud pada intinya adalah yang siap disantap. "Yang siap disantap langsung kayak biskuit, roti, kue kue atau snack yang kemungkinan akan ada permintaan kalau ada perkumpulan massa. Kalau minuman, minuman ringan sejenisnya, jus, teh dalam botol," sebutnya.

Menurutnya, kenapa itu paling laku untuk kebutuhan saat musim kampanye politik karena lebih praktis, baik ketika dikonsumsi maupun saat pengiriman.

"Karena orang kan butuh yang bisa langsung disantap dan diminum, dan gampang diangkut, tidak mudah rusak," jelasnya.

Produsen pun menyiapkan strategi untuk memastikan agar stok makanan dan minuman tersedia. "Secara umum strateginya menambah jumlah stok, berarti lebih menambah produksi dan membangun persediaan, itu sih strategi utama," ujarnya.

Di samping itu, memastikan kelancaran distribusi ini juga dianggap penting oleh produsen.

"Kemudian memastikan distribusinya lancar. Percuma kita memproduksi cuma distribusinya nggak kita atur juga lebih lancar," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: