Genjot daya saing, industri asuransi diminta manfaatkan kemajuan teknologi

Kamis, 3 Januari 2019 | 08:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong seluruh industri keuangan seperti asuransi untuk memaksimalkan kemajuan teknologi. Pasalnya, di tengah perkembangan teknologi yang cukup pesat, perusahaan tidak akan mampu berdaya saing tanpa adanya sistem teknologi.

"Ritel menggunakan teknologi, sehingga asuransi kalau tidak menerapkan teknologi untuk mengakses pelanggannya akan berat, tidak bisa berkompetisi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, maka kebutuhan asuransi akan meningkat. Hal ini juga tidak terlepas dari derasnya kredit perbankan yang turut masuk.

"Bayangkan perumahan, begitu tol, LRT dibangun, rumah akan tumbuh, berapa ribu potensi nanti meng-cover asuransi, rumah itu pakai kredit, jarang harga kontan," katanya.

"Kredit bank tidak mungkin pakai manual, pasti lewat asuransinya juga pakai teknologi. Teknologi merupakan pemicu yang bagus untuk industri sektor keuangan," sambungnya.

Wimboh menegaskan bahwa selama ini bisnis asuransi cukup besar. Meski tidak seperti perbankan, setidaknya sektor ini telah tumbuh sekitar 8 persen. "Bisnis asuransi besar, tidak jauh dari bisnis bank. Asuransi memang tumbuhnya rendah, masih 8-7 persen," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: