Kunjungan turis asing menyusut akibat bencana alam

Rabu, 2 Januari 2019 | 14:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang 2018 rupanya ikut mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di sejumlah onjek wisata di Tanah Air.

"Promosi berpengaruh, tapi memang berbagai bencana di 2018 seperti erupsi Gunung Agung, gempa Lombok, tsunami Palu dan Banten akan berpengaruh pada jumlah wisman," kata  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Secara kumulatif, kunjungan wisman Januari hingga November 2018 adalah sebesar 14,4 juta kunjungan. Angka itu mengalami peningkatan 11,63 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Meski begitu, diperlukan kunjungan wisman sebanyak 2,6 juta pada Desember 2018 untuk bisa mencapai target kunjungan sebesar 17 juta yang dicanangkan pemerintah.

"Sudah ada komitmen pemerintah untuk segera membenahi sehingga pariwisata bisa pulih kembali. Bencana berturut-turut tentu mempengaruhi minat wisman datang ke Indonesia," kata Suhariyanto.

Kendati demikian, tren kunjungan wisman ke Indonesia sejak 2014 terus mengalami peningkatan. Secara berturut-turut kunjungan wisman pada 2014 adalah sebesar 9,4 juta kunjungan, 2015 sebesar 10,2 juta kunjungan, 2016 sebesar 11,5 juta kunjungan, dan 2017 sebesar 14 juta kunjungan.

Sementara itu, selama November 2018, lima besar kunjungan wisman ke Indonesia berdasarkan negara didominasi oleh Malaysia sebesar 186 ribu kunjungan atau 16,23 persen dari total kunjungan November 2018. Kemudian, diikuti oleh Singapura sebesar 153 ribu kunjungan atau 13,41 persen, Timor Leste sebesar 142 ribu atau 12,37 persen, Cina sebesar 124 ribu atau 10,85 persen, dan Australia sebesar 97 ribu atau 8,5 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2018 mencapai rata-rata 60,19 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK November 2017.

"Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2018 tercatat sebesar 1,85 hari atau terjadi kenaikan 0,05 poin jika dibandingkan keadaan November 2017," kata Suhariyanto. kbc10

Bagikan artikel ini: