Apersi pasang target konservatif bangun rumah subsidi di 2019, ini alasannya

Sabtu, 29 Desember 2018 | 09:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) memasang target yang lebih konservatif pada komitmen pembangunan hunian bersubsidi di 2019.

Ketua Umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah mengatakan, pada 2019 tidak memasang target lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu tetap sebanyak 130.000 unit.

“Kalau melihat kondisi ekonomi dan dari kebijakan, aturan saat ini saya pikir hanya akan pasang target 130.000, karena situasi seperti saat ini sulit untuk optimis apalagi tahun depan,” ujar Junaidi,  Jumat (28/12/2018)

Ia mengatakan, pemerintah kerap kali mengubah atau menambahkan kebijakan terkait pembangunan hunian bersubsidi setiap awal tahun.

Seperti pada kuartal pertama 2018, pemerintah mengeluarkan kebijakan sertifikat layak fungsi (SLF) yang dinilai menjadi penghambat pembangunan rumah bersubsidi oleh pengembang.

Pada 2019, Junaidi mengatakan pemerintah akan meluncurkan peraturan terbaru terkait akreditasi pengembang melalui Kementerian PUPR yang akan mulai diberlakukan pada Januari 2019.

Peraturan tersebut dinilai akan kembali menjadi faktor perlambatan realisasi pembangunan hunian bersubsidi oleh pengembang.

“Ini (aturan akreditasi) adalah hal yang baru dan pasti akan menghambat sehingga akan mejadi perlambatan realisasi pembangunan hunian lagi, karena tidak gampang sekian ribu pengembang mengikuti ketentuan secara tiba-tiba dan ini (perubahan aturan) selalu rutin dilakukan pemerintah setiap awal tahun,” ujar Junaidi.

Ia mendesak pemerintah untuk tidak lagi membuat keputusan kebijakan atau ketentuan yang hanya akan menghambat realisasi.

Junaidi berharap pada 2019 pemerintah lebih konsisten pada peraturan yang ada sehingga tidak menyulitkan baik pengembang maupun MBR itu sendiri untuk penyediaan hunian bersubsidi.

Adapun, hingga akhir 2018 Apersi memperkirakan hanya akan kan memberikan kontribusi pembangunan hunian MBR sebanyak 100.000 unit dari target pembangunan rumah subsidi sebanyak 130.000. kbc10

Bagikan artikel ini: