Rehabilitasi jaringan irigasi lampaui target Nawacita Jokowi

Jum'at, 23 November 2018 | 21:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Janji Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam Nawacita Jokowi yang menargetkan rehabilitasi jaringan irigasi tersier selamas lima tahun sebesar 3 juta hektare (ha). Namun, dalam empat tahun , pembangunan infrastruktur pertanian tersebut sudah mencapai  3,12 juta ha.

Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Pending Dadih Permana  menuturkan realisasi program realisasi rehabilitasi jaringan irigasi tersier hingga 5 November 2018 sudah mencapai 3,12 juta ha. Pekerjaan tersebut dilakukan dalam kurun waktu 2015-2018.

Pending menerangkan realisasi aktivitas perbaikan terjadi di tahun 2015 yakni sebesar 2,45 juta ha. “ Fasilitasi dan dukungan (dana red) sudah memadai sehingga program itu (rehabilitasi jaringan irigasi tersier red) sudah dapat dijalankan,” ujar Pending kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Imbas dari kegiatan perbaikan jaringan irigasi tersier ini, sambung Pending mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) 0,5 dari kondisi awal.Dengan luas perbaikan 3,12 juta ha itu setara mempertahankan produksi padi sebesar 16,36 juta ton. “Kita prioritaskan rehabilitasi hanya dikerjakan pada jaringan irigasi tersier yang bermasalah,” ujarnya.

Merujuk keterangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sekitar 5,2 juta ha jaringan irigasi tersier yang rusak merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun, menurut Pending Kementan yang mengambil alih tanggung  jawab infrastruktur pertanian tersebut demi menjaga ketersediaan produksi hasil tanam.

Jika peningkatan IP 0,5 terpenuhi maka akan mampu meningkatkan produksi sebanyak 8,18 juta ton. Alhasil, total produksi padi selama lima tahun pada area yang dilalui kegiatan rehabilitasi jariangan irigasi tertier mencapai 24,36 juta ton. Sementara untuk pengembangan irigiasi perpompaan selama 2016-2018 sebanyak 2.978 unit.

Menurut Pending dengan estimasi luas layanan per unit seluas 20 ha maka luas areal yang teraliri saat musim kemarau mencapai 59,78 ribu ha.Apabila berdampak pada penambahan IP 0,5 maka akan terjadi penambahan luas tanam 29,78 ribu ha dan penambahan produksi 154,85 ribu ton.

Adapun pengembangan embung, dam, parit dan long storage dalam empat tahun terakhir mencapai 2.965 unit.Dengan estimasi luas layanan seluas 25 ha maka akan berdampak pada potensi pertanaman seluas  73,90 ribu ha atau setara penambahan produksi pertanaman seluas  384,28 ribu ton.kbc11

Bagikan artikel ini: