Adira Finance tak sembarangan terapkan aturan DP 0 persen

Rabu, 14 November 2018 | 06:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan revisi POJK Nomor 29/POJK.05/2014 mengenai penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan terus bergulir. Otoritas sektor keuangan ingin menggairahkan industri multifinance (pembiayaan) dengan mengeluarkan aturan terkait uang muka atau down payment (DP) nol persen pembelian kendaraan bermotor.

Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Hafid Hadeli menyatakan, aturan uang muka 0 persen ini sangat terkait dengan potensi kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Oleh karena itu, setiap perusahaan pembiayaan pasti akan menentukan kebijakan masing-masing karena tak ingin terjadi pembengkakan angka NPL. 

"DP nol persen itu kan kalau aturannya dikaitkan dengan NPL. Sebetulnya kami bisa nelakukan itu tapi diserahkan kepada kebijakan masing-masing perusahaan. Jadi apakah perusahaan itu mau atau bisa ikut atau tidak iya tergantung dari kebijakan menyetujui konsumen," kata Hafid di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Hafid mengatakan, kemungkinan besar DP nol persen ini nantinya akan diberikan kepada konsumen tertentu. Ini dilakukan untuk mengurangi tingkat risiko terhadap kredit macet, sehingga keuangan perusahaan diyakini akan tetap sehat.

"Ada konsumen tertentu misalnya ya konsumen perusahaan. Perusahaannya harus perusahaan bagus DP bisa nol persen. Tapi kalau konsumen perorangan mungkin akan berisiko sekali untuk DP nol persen," katanya.

"Untuk beberapa nasabah khusus yang memang bagus bisa saja kita lakukan. Sesuai dengan risiko masing-masing," tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: