Sasar pelaku UMKM, fintech Wallex resmi masuk Indonesia

Kamis, 8 November 2018 | 08:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan teknologi finansial Wallex yang bergerak di bidang Cross Border Remittance resmi merambah pasar Indonesia. Kehadiran perusahaan ini menyasar industri usah mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai pengguna jasa pengiriman uang antarnegara untuk membantu mengembangkan industrinya.

Nilai global transaksi lintasnegara ini bernilai US$613 miliar pada 2017 dengan tren peningkatan 7% per tahun. Di Indonesia, Wallex baru mendapat izin dari Bank Indonesia dan izin pengiriman uang dari Monetary Authority of Singapore.

Direktur Group Wallex Asia Triono Dawis mengatakan, dengan teknologi Wallex, pihaknya menawarkan kemudahan melakukan kegiatan pembayaran internasional secara digital, di mana pengguna individu, pemilik perusahaan UMKM atau bahkan tim treasuri perusahaan besar dapat melakukan seluruh rentetan transaksi secara daring.

“Transaksi dimulai dari melakukan pendaftaran, pengenalan pengguna [KYC], perbandingan harga, sampai melakukan transaksi yang ditunjang dengan underlying system,  semua dengan sistem yang sudah di-review dan disetujui oleh berbagai otoritas terkait, dalam hal ini adalah Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Di Indonesia, Wallex Asia sengaja membidik segmen UMKM karena dapat menawarkan nilai tambah berupa penghematan waktu untuk bertransaksi, mempermudah transaksi, dan membuat transaksi transparan, dan akuntabel bagi semua pihak terkait.

Sistem Wallex dapat menawarkan rate yang kompetitif  didukung oleh sistem API yang menawarkan harga yang didapat dari entitas antarbank ternama. Semua transaksi disimpan secara aman menggunakan cloud computing.

Dalam bertransaksi, biaya yang harus dikeluarkan nasabah hanya Rp100.000 rata untuk pengiriman uang berapapun dalam kurs apapun. Country Manager Wallex di Indonesia Andy Putra mengatakan saat ini Wallex sudah bekerja sama dengan BCA dan BNI sehingga akan membuat transaksi lebih tepercaya.

“Kurs kami punya kurs sendiri dari banking partner kami. Kami mendapat special rate karena aslinya kami beli mata uang di bank rekan dalam jumlah besar sehingga bisa lebih murah dibandingkan kalau nasabah beli langsung di bank tanpa bantuan kami,” paparnya.

Special rate itu yang digunakan untuk menentukan harga forex di dalam platform Wallex. Adapun, aplikasi tidak perlu diunduh, hanya perlu masuk ke website dan pengguna bisa membuat akun baru dengan mengunggah sejumlah data pribadi yang diperlukan sesuai persyaratan.

Untuk menghindari risiko uang tidak sampai ke tujuan, Walles memiliki sistem untuk melacak penggunaan uang.

“Misalnya diketahui untuk pembiayaan terorisme, pencucian uang, kami punya sistem yang bisa menangkap aktivitas transaksi yang mencurigakan, kalau ketahuan kita bisa hentikan transaksiknya,” jelas Andy.

Transaksi per bulan di Wallex Asia sepanjang 2018 sudah mencapai US$5 juta – US$10 juta. Target tahun depan belum dinentukan karena masih ingin melihat reaksi pasar. Selain itu, hingga saat ini, jumlah pengguna di Wallex dari Singapura juga masih sekitar 500 pengguna, diharapkan tahun depan bisa bertumbuh.

“Sebelumnya, website ini sudah bisa digunakan untuk transaksi, namun baru diluncurkan secara resmi sekarang karena baru mendapat izin dari BI. Kalau di Singapura kerja sama dengan DBS, UOB, dan BCA bisa ke negara manapun, ke 180 negara dan ke 30 mata uang,” kata Andy. kbc10

Bagikan artikel ini: