Optimis capai target akhir tahun, ini strategi Bank Jatim

Kamis, 1 November 2018 | 07:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim di tahun 2018 ini menargetkan pertumbuhan aset sebesar 8,5 persen. Kemudian pertumbuhan kredit sebesar 10,65 persen dan pertumbuhan DPK (Dana Pihak Ketiga) sebesar 10 persen, serta laba tumbuh 5 persen. Target itu optimis bisa tercapai mengingat kinerja hingga triwulan III tahun 2018 ini sudah positif.

Direktur Utama Bank Jatim, R Soeroso, mengatakan kinerja keuangan Bank Jatim menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) di triwulan III ini.

"Aset Bank Jatim tercatat mengalami pertumbuhan 17,81 persen atau sebesar Rp 63,43 triliun. Kemudian laba bersih tercatat Rp 1,06 triliun atau tumbuh 4,54 persen (yoy)," ujar Soeroso saat memaparkan kinerja Bank Jatim triwulan III 2018 di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Rabu (31/10/2018).

Bahkan DPK sudah mencatatkan pertumbuhan sebasar 20,13 persen (yoy), yaitu sebesar Rp 52,84 triliun.

Menurutnya, pertumbuhan DPK didominasi oleh deposito di angka Rp 17,38 triliun atau tumbuh sebesar 23,05 persen. Pertumbuhan deposito tersebut menurutnya sebagai penegasan kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim yang terus meningkat.

Selain itu, kredit juga mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp 33,07 triliun atau tumbuh 7,74 persen (yoy).

Diakuinya, kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi dengan kontribusi sebesar Rp 21,02 triliun atau tumbuh 10,52 persen (yoy).

"Sektor penyaluran Kredit Bankit KKPA (Kredit kepada Koperasi untuk Anggotanya) juga memberikan sumbangsih cukup signifikan dengan pertumbuhan 21,08 persen (yoy)," ujar Soeroso.

Rasio keuangan Bank Jatim posisi September 2018 juga menunjukkan tren positif. Antara lain, Return on Equity (ROE) sebesar 20,20 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen, Return On Asset (ROA) 3,38 persen, Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) tetap terjaga sebesar 64,86 persen, serta CASA rasio Bank Jatim sebesar 67,11 persen yang selama lebih dari 15 tahun berada diatas 65 persen.

Demi memantapkan capaian target, Bank Jatim akan menerapkan beberapa strategi pada triwulan IV 2018.

Diantaranya dengan meningkatkan status jaringan dari Kantor Kas menjadi Kantor .Cabang Pembantu, yang bertujuan untuk meningkatkan peluang penyaluran kredit dan optimalisasi layanan; 

Upaya lainnya adalah dengan melakukan penetrasi pasar terhadap penyaluran kredit dilakukan dengan memperoleh lebih banyak informasi serta data pelaku usaha dan/atau UMKM melalui dinas terkait, juga  peningkatan penyaluran kredit kepada koperasi melalui skema kredit Bankit KKPA yang tahun ini memberikan kontribusi cukup baik dalam kinerja Bank Jatim.

"Kami juga akan melakukan optimalisasi program tabungan berhadiah maupun promo menarik lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan DPK. Melalui program tabungan Siklus Bunga Pius yang menawarkan hadiah langsung tanpa diundi, juga program Giro Plus dengan jasa giro kompetitif serta berbagai keuntungan dan kemudahan yang didapat Bank jatim juga membidik nasabah usia sekolah dengan tabungan Simpel yang cukup mendapatkan respon baik dari masyarakat," ujar Soeroso.

Peningkatan fee based income juga menjadi perhatian utama Bank Jatim untuk pencapaian target akhir tahun. Sampai akhir tahun ini, Bank Jatim akan lebih mengoptimalkan transaksi tresuri dan bancassurance.

"Juga dengan meningkatkan layanan berbasis teknologi informasi melalui layanan e-samsat, SP2D Online, mobile banking, SMS banking dan internet banking juga penggunaan kartu ATM yang terkoneksi dengan GPN diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kinerja yang cukup baik di 2018," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: