Proses investigasi kelar, Menhub Budi siapkan sanksi untuk Lion Air

Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menegaskan akan memberikan sanksi terhadap pihak Lion Air. Sanksi diberikan terkait adanya peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tujuan Pangkalpinang, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) sekitar pukul 06.33 WIB.

"Saya akan buat keputusan berupa pinalti ke Lion Air," kata Menteri Budi di JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).

Dia pun menjelaskan, sanksi yang akan diberikan itu memang sudah ada dalam peraturan Kementerian. Namun, sanksi itu baru bisa diberikan setelah pihaknya tahu kesalahan dalam jenis atau bentuk apa yang dilakukannya.

"Sanksi ada di peraturan menteri. Sanksi baru bisa dilakukan setelah kita tahu apa kesalahannya apakah kesalahannya itu karena menajemen apakah itu karena pesawat atau karena kru, atau karena SOP nanti itu kan kita dapatkan setelah KNKT menemukan black box bersamaan dengan apa yang kita klarifikasi terhadap pesawat ini baru bisa saya sampaikan sanksi," jelasnya.

Di tempat terpisah, pendiri dan CEO Lion Air Grup, Rusdi Kirana mengatakan pihaknya siap menerima sanksi bila pihaknya terbukti bersalah dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. "Kita bersedia diaudit kita bersedia diinspeksi. Kita tidak keberatan Kalau memang ada hasil temuan yang menurut itu kita salah kita tidak keberatan ada pinalti," kata dia, saat ditemui, di Crisis Center Lion Air, Hotel Ibis Cawang, Jakarta.

Pihak Lion Air pun akan mendukung proses pemeriksaan yang akan dilakukan terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. "Kalau hasil audit kita salah, silakan pinaltinya apa. Tapi harus mengacu pada peraturan dan Undang-Undang, tidak bisa berdasarkan emosi," lanjut dia.

Meskipun demikian, kata dia, tentu hal tersebut mesti melalui proses investigasi yang baik. Dia pun berharap agar proses pemeriksaan dapat segera usai dan hasilnya dapat diketahui. "Terlalu awal kita bicara siapa yang salah. Sampai kita ketemu black boxnya. Baru kita tahu apa penyebabnya," jelas dia.

Oleh karena itu, dia mengatakan yang menjadi fokus pihaknya saat ini adalah berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi keluarga korban hingga proses evakuasi berakhir. "Penyebabnya apakah pesawat, apakah pilot, apakah udara, apakah pihak ketiga atau sumbangsih siapa. Terlalu awal. Kita harus tunggu dulu. Yang pasti bagaimana keluarga korban kita urus dengan baik," tandas Rusdi.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat yang berisi sekitar 189 orang ini bertujuan Pangkalpinang yang terbang dari lapangan Bandar Udara Soekarano-Hatta, Tangerang, terbang sekitar pukul 06.20 WIB.

Di dalam pesawat yang berjumlah 189 orang ini dengan rinciannya 182 penumpang, 2 pilot, dan 5 kru. Hingga pukul 16.30 WIB, baru 26 kantong jenazah yang ditemukan. kbc10

Bagikan artikel ini: