Jamkrindo mulai agresif sasar pengusaha milenial

Kamis, 4 Oktober 2018 | 04:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mulai menyasar kaum milenial dengan mengajak mereka untuk berwiraswasta mengembangkan bisnis secara mandiri.

“Kami dorong kaum milenial berwiraswasta dan kita support dari sisi penjaminan. Untuk merealisasikannya, kami sudah melakukan sosialisasi di beberapa kampus sejak awal tahun  dengan melakukan sosialisasi fungsi penjaminan dan menggelar lomba startup. Kami juga telah merintis desa binaan,” ujar Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto di awla pembukaan Indonesia Bussiness and Development (IBD) Expo 2018 di Grand City Surabaya, Rabu (3/10/2018).

Sementara dalam IBD Expo 2018 ini, Jamkrindo juga membuka peluang bagi pengusaha milenial melakukan sharing ataupun konsultasi bisnis. “Kami mengundang pengusaha muda Kebab Baba Rafi untuk sharing pengalaman usahanya di forum ini dengan mengundang kalangan muda sebagai pesertanya," tambahnya.

Randi mentargetkan, pasar start up yang bisa mengakses kredit yang mendapat penjaminan dari Jamkrindo bisa tumbuh dan meluas. Selain membidik Milenial, Jamkrindo juga agresif menggandeng BUMN-BUMN lain untuk melakukan sinergi usaha. Hingga Agustus 2018, nilai penjaminan Jamkrindo mencapai Rp 78 triliun. Sementara hingga akhir tahun, ditargetkan bisa tumbuh 15 hingga 20 persen atau mencapai nilai Rp 130 triliun.

Saat ini, penjaminan untuk program non pemerintah, dari nilai penjaminan yang dipegang Jamkrindo, mencapai 57 persen. Sementara sisanya adalah penjaminan program pemerintah, seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Pada semester I tahun 2018 ini, realisasi penjaminan kredit Jamkrindo semakin melesat  tercatat sebesar Rp 86,298 triliun atau tumbuh 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017 yakni Rp 70,4 triliun.

Perum Jamkrindo juga mencatatkan kenaikan pendapatan investasi pada semester I-2018 sekitar 16,98 persen atau menjadi Rp 331,357 miliar, dari Rp 283,256 miliar per akhir Juni 2017. Adapun, total aset Jamkrindo sepanjang semester I-2018 mencapai Rp 15,132 triliun naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 14,678 triliun.

"Pertumbuhan ditopang oleh ekspansi bisnis, terutama dari program non-KUR yang tumbuh lebih besar," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: