OVO bidik 100 ribu UMKM pakai transaksi QR Code hingga akhir tahun

Jum'at, 14 September 2018 | 08:18 WIB ET
Director OVO Johnny Widodo menggunakan QR code di aplikasi OVO untuk membayar di salah satu merchant UKM di Sentra Kuliner Siwalankerto, Surabaya.
Director OVO Johnny Widodo menggunakan QR code di aplikasi OVO untuk membayar di salah satu merchant UKM di Sentra Kuliner Siwalankerto, Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai platform pembayaran dengan penerimaan terluas di Indonesia, OVO senantiasa menghadirkan inovasi layanan dan produk bagi pengguna maupun merchants. 

Kali ini, OVO mengumumkan bahwa OVO QR code telah tersedia dan dapat diakses melalui aplikasi OVO dan Grab serta memperluas jangkauannya ke 25.000 Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh Indonesia, termasuk Surabaya.

Melalui upaya ini, OVO menjadi satu-satunya platform pembayaran di Indonesia yang diterima di semua jenis bisnis, dari mal besar hingga gerai tradisional kecil yang belum pernah tersentuh pembayaran non-tunai. Pada akhir 2018, OVO menargetkan QR code untuk tersedia di 100.000 UKM.

 

Hingga tahun 2017, terdapat hampir 60 juta UKM di Indonesia, yang menyumbang lebih dari 60% PDB negara. Namun, kurang dari 8% dari UKM tersebut yang menggunakan teknologi untuk memasarkan produk mereka. Surabaya sendiri menjadi kota dimana 98% pembangunannya ditopang dari sektor UKM, namun belum semuanya terjangkau oleh teknologi untuk memasarkan produk mereka.

Director OVO Johnny Widodo mengatakan, Surabaya merupakan kota yang memiliki potensi UKM dengan hasil produk-produk berkualitas dan bernilai tinggi. Beragam inovasi produk dari mulai makanan hingga kerajinan tangan khas daerah Surabaya menjadi daya tarik tersendiri bagi kota ini.

“Dengan memperluas QR code OVO hingga ke Surabaya, kami ingin membuat teknologi pembayaran yang terjangkau tersedia bagi usaha kecil seperti pujasera, pasar, warung dan kios, yang menjadi pusat keramaian transaksi antara penjual dan pembeli. Kami ingin membantu mereka untuk menumbuhkan bisnis secara lebih cepat dengan memanfaatkan teknologi OVO dan memberikan kontribusi yang lebih lagi terhadap ekonomi kota Surabaya," ujar Johnny saat di Surabaya, Kamis (13/9/2018).

 

Dengan perluasan jangkauan QR code ini, dia bilang, OVO membuat teknologi pembayaran yang terjangkau tersedia di seluruh kota-kota Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo dan Surabaya. Upaya ini dilakukan guna memastikan lebih banyak pemilik usaha kecil yang dapat memanfaatkan teknologi non-tunai untuk pertama kalinya, serta menumbuhkan bisnis mereka secara lebih cepat dengan memanfaatkan basis pelanggan OVO dan Grab.

 

Johnny Widodo menambahkan, saat ini belum ada yang dapat membawa UKM seperti warung kelontong ke dalam pembayaran non-tunai dalam skala yang besar. Oleh karena itu, dengan tersedianya QR code di UKM menjadikan OVO sebagai main wallet yang dapat digunakan oleh siapa pun, di mana pun dan kapan pun.

"Pengguna sekarang dapat menggunakan dompet digital OVO di seluruh Indonesia, dari restoran hingga minimarket, untuk transportasi, belanja di toko, warung hingga gerai tradisional dan e-commerce, hingga pembelian pulsa telepon atau listrik, serta pembayaran billing kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

 

Sebagai bagian dari strategi untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi non-tunai, OVO telah bermitra dengan beberapa perusahaan terkemuka dan terpercaya di Indonesia: Alfamart, Bank Mandiri, Grab, Kudo dan Moka. Saat ini, OVO telah tersedia di 212 kota dan dalam waktu dekat akan tersedia pada 350.000 gerai, hal ini menjadikan OVO  satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka. kbc7

Bagikan artikel ini: