Biaya pendidikan picu inflasi Jatim pada Agustus 2018 capai 0,11 persen

Senin, 3 September 2018 | 20:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Jawa Timur pada bulan Agustus 2018 mencapai 0,11 persen. Besarnya inflasi Jatim pada bulan Agustus 2018 tersebut salah satunya dipicu oleh kenaikan biaya pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Atas dan biaya kontrakan rumah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, pada Agustus 2018 dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok mengalami inflasi, dan tiga kelompok mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi menurutnya adalah kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 2,04 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,40 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau serta kelompok kesehatan masing-masing 0,38 persen. 

“Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur Agustus 2018 ialah biaya sekolah dasar, biaya sekolah menengah atas, dan biaya kontrak rumah,” ujar Teguh Pramono di Surabaya, Senin (3/9/2018).

Selain tiga komoditas utama pendorong inflasi di atas, komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi Agustus ialah biaya akademi atau perguruan tinggi, rokok kretek filter, nasi dengan lauk, tukang bukan mandor, biaya sekolah menengah pertama, kacang panjang, dan tongkol pindang.

Selain komoditas-komoditas pendorong laju inflasi di atas, juga ada beberapa komoditas menjadi penghambat terjadinya inflasi di Agustus 2018 ini. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit.

“Setelah pada bulan sebelumnya menjadi faktor utama pendorong inflasi, pada bulan Agustus ini harga telur ayam ras mengalami penurunan dan menjadi faktor utama penghambat inflasi. Turunnya harga telur disebabkan oleh pasokan yang meningkat sementara permintaan tidak terlalu banyak berubah,” tambahnya.

Selian itu menurut penuturan Teguh, momen Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Agustus tidak membuat naiknya harga bumbu dapur. Hal ini terlihat dari turunnya harga bawang merah dan cabai rawit yang disebabkan oleh melimpahnya pasokan di pasar.

Adapun laju inflasi kumulatif Jatim sampai dengan Agustus 2018 telah mencapai 1,79 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun mencapai 2,95 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: