Pemerintah tawarkan proyek US$13,2 miliar ke investor China, Singapura dan Jepang

Rabu, 29 Agustus 2018 | 08:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan sejumlah proyek infrastruktur di Tanah Air ke sejumlah investor di luar negeri. 

"Bukan China saja. Kami juga menawarkan ke Amerika Serikat (AS), juga ke Singapura dan Jepang," ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Selasa (28/8/2018).

Meski tidak merinci proyek apa saja yang ditawarkan, tapi proyek tersebut terdapat di empat koridor ekonomi Indonesia yakni di Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Bali.

"Macam-macam (proyeknya) ada untuk infrastruktur jalan tol dan listrik juga," katanya.

Tapi, sekali lagi ia menegaskan bagi siapapun yang ingin investasi di Indonesia harus memenuhi syarat.

Syarat itu diantaranya, pertama, harus menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Kedua, mempersiapkan penggunaan tenaga kerja lokal dalam empat tahun pengerjaan proyek.

Menurutnya, syarat yang kedua itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mengembangkan sumber daya manusia. "Jadi dalam 3 tahun-4 tahun pengerjaan proyek harus mulai bergeser dari tenaga kerja asing dengan ke tenaga kerja lokal," jelasnya.

Ketiga, tidak ada ekspor bahan mentah. Serta, keempat, adanya transfer teknologi sehingga, manfaat yang akan dirasakan Indonesia atas proyek tersebut juga akan maksimal.

Sekadar tahu saja, BKPM menawarkan proyek- proyek infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam kegiatan market sounding kepada 90 investor China. Kegiatan ini dilakukan di kota Guangzhou pada 23 Agustus 2018.

BKPM bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Guangzhou serta didukung oleh China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure) selama pelaksanaan market sounding.

Sebagai salah satu kota terbesar, Guangzhou dipilih karena memiliki keunggulan sebagai salah satu simpul logistik China yang banyak memiliki perusahaan global dibidang infrastruktur.  

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba P Hutapea menjelaskan bahwa kegiatan market sounding di Guangzhou, Tiongkok ini dilakukan untuk menawarkan proyek pembangkit listrik skema independent power producer (IPP) dan proyek jalan tol di beberapa daerah.

Di samping itu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) turut melengkapi informasi fasilitas untuk proyek infrastruktur skema KPBU dengan memaparkan penjaminan yang dapat diberikan oleh pemerintah.  

“Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan tersebut mencapai US$ 13,2 miliar,” ujar Tamba.

Menurut Tamba, beberapa pengusaha dari Tiongkok yang hadir berasal dari berbagai sektor antara lain perusahaan investasi, konstruksi, infrastruktur pembangkit listrik, finansial, serta perwakilan pejabat Pemerintah Provinsi Guangdong.  

“Dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur, Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan dan fasilitas fiskal dan non-fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh investor,” ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: