Mulai tahun depan, SPP siswa SMA/SMK di Jatim gratis

Senin, 13 Agustus 2018 | 16:47 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih, Khofifah Indar Parawansa mengaku bakal membebaskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) seluruh siswa SMA/SMK se-Jatim pada tahun depan.

"Insyaallah tahun depan SMA/SMK sudah bisa gratis SPPnya karena tugas Pemprov (Pemerintah Provinsi) itu SMA/SMK," kata Khofifah di Malang, Senin (13/8/2018).

Mengintip Surga Tersembunyi di Filipina Seperti diketahui, kewenangan pengelolaan SMA/SMK yang sebelumnya berada di bawah pemerintah kabupaten/kota bergeser sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Dengan undang-undang tersebut, kewenangan SMA/SMK kemudian dikelola oleh pemerintah provinsi. Sementara itu, pengelolaan jenjang Paud, SD dan SMP tetap ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota.

"Jadi kita akan berangkat dari regulasi yang ada. Karena ekspektasi masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang gratis dan berkualitas. Insyaallah kita sudah sisir dan anggarannya cukup," bebernya.

Khofifah menambahkan saat ini sebanyak 55 persen SMK di Jatim masih belum memiliki laboratorium sendiri. Oleh karena itu pihaknya kini tengah menyisir SMK induk sebagai pengampu SMK-SMK di sekeilingnya.

"Jadi SMK-SMK akan berinduk kalau mau ke laboratorium di SMK induk. Kami akan menyisur bersama dengan Dinas Pendidikan Jatim," jelasnya.

Disamping itu, Khofifah menyatakan terdapat 21 ribu lebih guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di wilayah Jatim. Namun, tahun ini hanya delapan ribu GTT/PTT saja yang baru mendapatkan insentif dari Pemprov Jatim.

"Insya Allah tahun depan semuanya karena sudah ada datanya mereka yang ada di sekolah-sekolah negeri. Supaya ada special treatment untuk mereka," ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga berencana untuk mengkuliahkan S2 kepada guru madrasah diniyah (madin). Targetnya, sebanyak 200 guru madin akan dikuliahkan S2 pada tahun depan. kbc10

Bagikan artikel ini: