BMKG sebut suhu dingin terjadi sampai September, ini penyebabnya

Kamis, 9 Agustus 2018 | 07:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa hari terakhir, sebagian Indonesia, khususnya Jawa dan Nusa Tenggara dilanda hawa dingin. Sebenarnya apa yang terjadi?

Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Mulyono Rahadi Prabowo, permukaan bumi yang tidak datar menyebabkan adanya perbedaan suhu seperti dataran rendah seperti pantai yang cenderung hangat, dan juga dataran tinggi seperti pegunungan yang mempunyai suhu relatif dingin. 

Dengan adanya fenomena suhu dingin ekstrim saat ini, otomatis wilayah dataran tinggi akan mempunyai suhu yang dapat melebihi titik beku.

“Suhu dapat dipastikan akan makin rendah, bisa sampai kurang dari 0 derajat celcius. Ini sebabnya embun saja bisa jadi beku pada pagi hari,” jelas Prabowo, Rabu (8/8/2018).

Wilayah dataran tinggi mayoritas banyak dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang notabene banyak mengandung air.

Ketika diterpa suhu dingin yang ekstrim pada malam hari, kandungan air di dalam tanaman-tanaman tersebut akan membeku. Hal ini menyebabkan tanaman akan layu atau bahkan mati pada siang harinya.

“Ketika kandungan air dalam tanaman membeku, tanaman akan mati atau busuk saat siang hari. Ini yang merugikan dari sisi ekonomi,” tambah Prabowo.

Menurut BMKG, fenomena alam ini diperkirakan baru akan selesai sekitar pertengahan bulan September 2018 nanti. Hal itu bertepatan dengan pergeseran matahari menuju selatan dan melewati garis ekuator. kbc10

Bagikan artikel ini: