LPPOM MUI izinkan kosmetik tak berlabel halal beredar di pasar

Rabu, 18 April 2018 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tidak bisa melarang produk kosmetik yang  tidak berlabel halal beredar di pasar dalam negeri.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim mengatakan, label halal tidak wajib dimiliki oleh semua produk kosmetik. Hal ini mengingat tidak semua masyarakat Indonesia beragama Islam.

“Tidak pasang (label halal) ya silakan. Mandatory halal itu bukan berarti harus halal. Kita kan negara Indonesia. Yang tinggal di sini kan bukan hanya Muslim saja,” ujarnya usai menghadiri acara seminar nasional "Mandatory Sertifikasi Halal" di Hotel Green Alia, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Kendati tidak mewajibkan memasang label halal, para produsen tetap harus memberikan informasi terkait produknya kepada konsumen. Contohnya, kata dia, jika memang tidak halal, tetap harus diinformasikan jika produk itu tidak halal. Alangkah baiknya untuk diberikan label meski produk itu tidak halal. Ini untuk memberikan informasi yang jelas soal produk yang akan digunakan.

“Kalau tidak masuk ke dalam sertifikasi mandatory tadi kan tidak harus halal. Tapi, harus mencantumkan bahwa ada keterangan tidak halal. Ini supaya menghindari produk yang abu-abu (antara halal atau tidak),” terangnya.

Lebih lanjut, Lukmanul menyarankan agar setiap produsen yang memasarkan produknya di Indonesia tetap melakukan proses pengujian. Pengujian sendiri tidak memakan waktu lama untuk bisa diverifikasi.

“Kita sekarang rata-rata sekitar 50 sampi 60 hari, jadi dua bulan. Mulai dari pendaftaran sampai bersertiifikasi,” tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: