Xenial, generasi penghubung antara milenial dan gen X

Kamis, 12 April 2018 | 16:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Istilah 'generasi milenial' kerap didengungkan belakangan ini yang merujuk pada kelompok berusia 20 hingga pertengahan 30-an. Namun jika Anda masih berusia muda tapi merasa tidak memiliki karakter layaknya seorang milenial, bisa jadi Anda adalah generasi xenial.

Penyebutan generasi xenial memang tidak sepopuler generasi milenial. Xenial merupakan sebutan bagi mereka yang lahir antara tahun 1977 hingga 1985. Kadang segmen usia ini juga disebut sebagai micro generation. Mereka terlalu muda jika dikatakan generasi X namun juga terlampau tua bila disebut milenial.

Istilah xenial pertama kali lahir pada 2014 saat Sarah Stankorb menggunakannya dalam sebuah artikel di majalah Good. Akhir-akhir ini orang kembali ramai membicarakan generasi xenial sebagai salah satu cara bernostalgia.

Sebuah artikel di Indy100 yang mengutip Business Insider menjabarkan sejumlah karakteristik yang menggambarkan identitas seorang xenial. Kelompok usia ini juga disebut 'Oregon Trail Generation' yang diambil dari nama permainan komputer populer di masa kanak-kanak mereka.

Xenial adalah generasi pertama yang tumbuh besar dengan fasilitas komputer di rumah serta akses internet. Kendati masa remajanya belum ada Facebook, Twitter, atau MySpace, golongan ini cepat beradaptasi dan berperilaku luwes di media sosial.

Rata-rata xenial belum memiliki ponsel pribadi hingga mereka menginjak usia 20 tahun. Komunikasi dengan teman umumnya dilakukan dengan telepon rumah atas seizin orang tua.

Ketika kaum xenial memasuki usia 20-an, industri musik sedang mengalami perubahan besar. Musik yang dulunya hanya dinikmati lewat kaset bertransformasi dalam bentuk unduhan digital di internet.

Sebagai generasi yang menjembatani generasi X dan milenial, xenial punya sifat kombinasi keduanya. Xenial tidak sesinis generasi X namun mereka juga tidak seoptimistis milenial. Kaum xenial juga generasi yang ikut mengecap pahitnya masa krisis ekonomi terberat. Mereka merasakan mahalnya biaya sekolah, kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya. kbc10

Bagikan artikel ini: