Tambah 3 gerai baru, Ramayana siapkan belanja modal Rp300 miliar

Kamis, 29 Maret 2018 | 08:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pelemahan daya beli masyarakat selain juga tren toko online, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) masih tetap melakukan ekspansi tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Ramayana Setyadi Surya mengungkapkan pihaknya tahun ini berencana untuk menambah 3 gerai baru department store Ramayana di semester I tahun ini. Ketiganya akan berlokasi di Bekasi, Cibubur dan Cakung.

"Itu semuanya nanti lahannya sewa. Luasnya sekitar 5-6 ribu meter persegi. Sekarang kita lebih selektif, kalau dulu kan kita buka per lahan bisa 10 ribu meter persegi," tuturnya di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Untuk ekspansi tersebut, perseroan tahun ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 300 miliar yang seluruhnya berasal dari kas perseroan. Untuk biaya pembukaan 3 gerai itu diperkirakan mencapai Rp 150 miliar.

Ketiga department store baru itu akan dibuat dengan konsep baru yang mengedepankan "lifestyle". Sebab perseroan merasa sukses mengembangkan Ramayana Prime dengan menghadirkan pengalaman belanja yang lebih baik dan produk-produk yang lebih ternama dan berkualitas.

Head of Investor Relation Ramayana Aloysius Santosa menegaskan bahwa perusahaan tidak percaya adanya penurunan daya beli masyarakat. Sebab pada kinerja keuangan 2017 laba bersih penjualan konsinyasi produk fashion naik 7% menjadi Rp 3,3 triliun.

"Saya bilang enggak ada penurunan daya beli karena kami yang tumbuh malah barang lebih mahal. Makanya kami percaya diri untuk buka cabang baru lagi. Meskipun di daerah Jabodetabek, karena wilayahnya masih gampang dikontrol," tuturnua.

Sayangnya Ramayana terhantam penurunan dari bisnis supermarket. Divisi itu masih mengalami kerugian Rp 25,8 triliun.

Namun kerugian divisi supermarket sebenarnya turun dari kerugian di 2016 sekitar Rp 71 miliar. Sehingga laba bersih perseroan hanya mengalami penurunan tipis 0,46% dari laba bersih 2016 yaitu Rp 408,5 miliar menjadi Rp 406,6 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: