Sektor industri pengolahan dipatok serap investasi Rp345,4 triliun

Senin, 19 Februari 2018 | 16:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan sektor industri pengolahan non migas sebesar 5,67% di 2018 . Adapun nilai investasi dipatok pada angka  Rp345,4 triliun di 2018. Target itu sejalan dengan tujuan Kemenperin mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor industri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kontribusi sektor industri kepada pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui kontribusi di sektor Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) yang memikili potensi dan peluang besar untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan industri.

Airlangga memaparkan, kontribusi sektor IKTA ini akan didorong melalui industri bahan kimia dan barang kimia yang mayoritas bahan baku dan produk antara (intermediate product) masih impor. Pada tahun 2017 impor produk tersebut mencapai US$ 20,51 miliar atau sekitar Rp 275 triliun."Seandainya kalau dapat diproduksi di dalam negeri tentunya akan meningkatkan nilai tambah sektor ini," ujar Airlangga disela rapat koordinasi dengan stakeholers  di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Selain itu ada juga sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang menyumbang PDB sebesar Rp 150,43 triliun yang merupakan industri padat karya dan berorientasi ekspor. Nilai ekspor sektor ini mencapai US$ 12,58 miliar atau sekitar Rp 168,5 triliun di tahun 2017.

"Dengan utilisasi produksi pada industri TPT yang masih belum optimal yakni rata-rata 57,84%, potensi peningkatan ekspor masih sangat terbuka melalui peningkatan utilisasi yang ada maupun penambahan investasi baru, serta potensi peningkatan ekspor semakin terbuka jika produk TPT kita dikenakan tarif yang sama dengan Vietnam dan Bangladesh," kata dia.

Dia  juga menyebutkan untuk mendorong sektor industri menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional seperti yang ditetapkan oleh pemerintah maka diadakan rapat koordinasi antar stakeholder.Koordinasi itu dimulai dengan rapat koordinasi yang diselenggrakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Melalui Pendalaman Struktur Industri dan Peningkatan Ekspor Sektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka.

Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian/lembaga (K/L) seperti Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar , Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.kbc11

Bagikan artikel ini: