Ditjenbun dan PTPN XI seriusi pengembangan tebu di Bali

Senin, 19 Februari 2018 | 16:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keseriusan Ditjenbun dan PTPN XI dalam upaya pencapaian swasembada gula diwujudkan melalui Program Pengembangan Industri Gula diluar Jawa terlihat dari master plan Percepatan Kegiatan Peningkatan Produksi & Produktivitas Gula Nasional di Bali yang dipaparkan didepan Gubernur Bali bersama jajarannya akhir 0ekan kemarin di Kantor Gubernur Bali.

"Upaya pencapaian swasembada gula nasional dilakukan dengan optimalisasi lahan PG existing dengan luas sekitar 425 ribu hektar dan upaya meningkatkan protas gula menjadi 6,8 ton per hektar serta menurut analisa kami diperlukan pembangunan PG baru dengan dukungan lahan pengembangan baru kurang lebih seluas 700 ribu hektar" ungkap Kepala Sub Divisi Direktorat Gula dan Pemanis Lain Direktorat Jenderal Perkebunan Pusat, I Gede Wirasuta dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Minggu (18/2/2018).

Direncanakan Konsep Pengembangan Tebu dan Pembangunan Pabrik Gula terintregrasi di Bali tersebut berlandaskan fisolofi Tri Hita Karana. Sebagaimana diketahui dukungan pemerintah pusat dalam percepatan peningkatan produksi gula di Provinsi Bali Kabupaten Buleleng melalui program Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Semusim & Rempah sebesar Rp 17,8 miliar. dari program tersebut digunakan untuk Pengembangan Tanaman Tebu sejumlah Rp 9,7 miliar.

"Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah pusat kami mendapat anggaran sebesar Rp 17,8 miliar dan sejumlah Rp 9,7 miliar akan digunakan khusus untuk pengembangan tanaman tebu di Bali terutama di Kabupaten Buleleng" jelas I Gede Wirasuta.

Direncanakan anggaran tersebut akan digunakan untuk lahan Tebu seluas 1.200 Ha, Penerapan Varietas Tebu Adaptatif, serta Peningkatan Kapabilitas Petani dan Petugas Teknis Budidaya Tebu pada Wilayah Pengembangan Baru.

Direktur Operasional PTPN XI, Daniyanto menambahkan Provinsi Bali memiliki peluang potensial untuk pengembangan tanaman lahan tebu dan industri gula.

"Saat ini prediksi kebutuhan gula di Bali perkapita per tahun sebesar 21,5 kg per kapita per tahun. Dengan penduduk 4,2 juta jiwa maka kebutuhan Gula Provinsi Bali rata-rata per tahun diperkirakan mencapai 90.000 ton yakni kebutuhan konsumsi masyarakat dan industri mamin. Selama ini kebutuhan gula di Bali dipenuhi dari produsen gula di Jawa.

Kebutuhan gula tersebut bisa dipenuhi dengan pengembangan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan potensi kapasitas kapasitas pabrik gula 4.000 sampe 6.000 TCD dan lahan hasil survey sekitar 10.000 hingga 15.000 Hektar" lanjutnya.

Program ini akan memberikan multiflyer effect sosio ekonomi berupa penciptaan sumber ekonomi baru dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar terutama di Bali barat dan utara. Hasil survey pendahuluan dukungan lahan berasal dari kabupaten Buleleng, Jembrana dan Karangasem.

Sementara itu Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menyatakan bahwa pihaknya secara prinsip memberikan peluang untuk rencana tersebut dan meminta Pemda Buleleng dan PTPN XI untuk mengkaji lagi lebih rinci dan mendalam terkait keberadaan dan kelayakan lahan, nilai tambah komersial industri gula, kebutuhan tenaga kerja terkait mayoritas masyarakat Bali berkecimpung dalam bisnis pariwisata serta dilakukan kajian khusus sosial ekonomisnya.

Menanggapi hal tersebut Daniyanto akan mempersiapkan kajian dan analisa serta perangkat pendukung lainnya, mengingat PT Perkebunan Nusantara XI mempunyai tenaga dan pengalaman dalam operasional dan pengembangan industri gula.kbc6

Bagikan artikel ini: