Incar pelanggan naik 2 kali lipat, Smartfren banting harga Andromax

Kamis, 1 Februari 2018 | 14:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Operator seluler PT Smartfen Telecom Tbk (Smartfren) menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan dan revenue hingga 2 kali lipat tahun ini.

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, mengatakan pihaknya menyiapkan beberapa strategi untuk mewujudkan target tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah dengan menurunkan harga produk handset Andromax.

"Andromax adalah produk andalan kami dalam menghimpun pelanggan baru. Di awal tahun ini kami berencana menurunkan harga semua seri Andromax agar makin terjangkau masyarakat dan bisa meningkatkan basis pelanggan," kata Djoko kepada wartawan, Rabu (30/1/2017).

Saat ini Smartfren mempunyai 4 seri Andromax yang tersedia di pasaran yakni Andromax L, Andromax B, Andromax A2 dan Andromax Prime. Harga masing-masing tipe tersebut akan diturunkan.

Andromax L dari harga semula Rp 1,299 juta akan turun menjadi Rp 999 ribu, Andromax B dari harga Rp 999 ribu menjadi Rp 749 ribu, Andromax A2 dari Rp 959 ribu akan diturunkan menjadi Rp 749 ribu dan Andromax Prime dari harga Rp 349 ribu menjadi Rp 199 ribu.

Penurunan harga ini, kata Djoko akan menjadi senjata andalan Smartfren untuk memperbesar basis pengguna Andromax.

"Dengan harga jual di pasaran berkisar dibawah Rp 1 juta, akan menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati jaringan 4G LTE namun dana untuk mengganti smartphone yang terbatas," papar Djoko.

Selain menurunkan harga Andromax yang sudah beredar di pasaran, Smartfren juga akan menambah varian Andromax baru tahun ini. Setidaknya sudah ada 3-4 tipe Andromax baru yang disiapkan Smartfren tahun ini.

"Fokus kami masih di harga dibawah Rp 1 juta, namun kami juga akan menghadirkan produk dengan harga diatas Rp 1 juta untuk memberikan lebih banyak pilihan," ujar Djoko.

Saat ini pengguna Andromax berkontribusi terhadap 10% total pelanggan Smartfren yang berjumlah sekitar 12 juta pelanggan. Sisanya dikontribusi open market handset (OMH) dengan komposisi sekitar 20% dan pengguna Starter Pack (SP) atau kartu perdana. kbc8

Bagikan artikel ini: