Tambah tiga kantor baru, PT Rifan investasi Rp15 miliar

Senin, 29 Januari 2018 | 17:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PT Rifan Financindo Berjangka segera menambah 3 kantor cabang baru di semester 1 tahun 2018. Tiga kantor cabang ini ada di Malang, Makassar dan Yogyakarta. Untuk merealisasikannya, PT Rifan haris merogoh kocek sekitar Rp 15 miliar.

Hal ini disampaikan Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya, saat  Kick Off Meeting 2018 "Break The Highest Record" di Bogor.

“Dari 3 kantor cabang tersebut 2 diantaranya merupakan akuisisi PT Bestprofit Futures di Malang dan PT Solid Gold Berjangka di Makassar. Kedua perusahaan itu merupakan kluster dari PT Rifan Financindo Berjangka. Sementara yang di Yogyakarta, murni penambahan kantor cabang,” ujar Teddy Prasetya dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Minggu (28/1/2018) petang.

Dengan penambahan 3 kantor cabang baru, PT Rifan Financindo Berjangka mempunyai 12 kantor cabang yang ada di Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Makassar. Nilai investasi yang disiapkan untuk menambah 1 kantor cabang baru dan mengakuisisi 2 perusahaan pialang, sebut Teddy, masing-masing di kisaran Rp5 miliar. Sementara volume transaksi di setiap kantor cabang baru ditargetkan sebesar 50 ribu lot dan kantor cabang lama 100 ribu lot.

Penambahan 3 kantor cabang baru, sebut Teddy, juga bagian upaya Rifan mengejar posisi pertama di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) di 2018 ini dari volume transaksi. “Untuk meraih posisi pertama, PT PT Rifan Financindo Berjangka targetkan penambahan 3000 nasabah baru dengan volume transaksi sebesar 1 juta lot di 2018. Volume transaksi dan jumlah nasabah baru tersebut, naik dibanding realisasi di 2017 yakni sebesar 610,326 lot dengan 2.122 nasabah baru,”paparnya.

Volume transaksi Rifan,  terus meningkat setiap tahun sejak tahun 2011. Hanya saja sampai akhir 2017, belum mampu memecahkan rekor kinerja di 2011. Pada tahun 2011, volume transaksi bisa tembus 700.000 lot.

Dengan target volume transaksi 1 juta lot, secara otomotis sudah melampaui rekor di 2011. Namun, jika dibandingkan dengan volume transaksi dari 2016, tumbuh 50.51 persen. Volume transaksi produk SPA di 2016 sebesar 363,984 lot atau naik 34.45 persen di 2017 dan produk komoditi sebesar 41,530 lot atau naik 191.25 persen di 2017.

Dari sisi pertumbuhan nasabah baru, Teddy mengatakan, juga mengalami kenaikan sebesar 30.42 persen dari 2016. Sampai 31 Desember 2017, jumlah nasabah Rifan sebesar 2.122. Sementara di 2016, tercatat 1.627 nasabah.

Kontribusi terbesar baik dari sisi pertumbuhan nasabah maupun kenaikan volume transaksi, Teddy menjelaskan, Palembang cukup mendominasi. Selama 2017, pertumbuhan nasabah baru di kota ini naik 120.44 persen atau 181 nasabah di 2016 menjadi 399 nasabah di 2017.

Kenaikan volume transaksi di Palembang juga tertinggi yakni 213.47 persen. Posisi kedua, cabang AXA Tower Jakarta (sekaligus kantor pusat Rifan Financindo Berjangka), pertumbuhan nasabah baru sebesar 89.43 persen namun dari kenaikan volume transaksi berada di posisi keempat setelah Palembang, DBS Tower (Jakarta), Surabaya.

Posisi ketiga diraih Bandung dengan pertumbuhan nasabah baru sebesar 65.10 persen. Sedangkan kenaikan volume transaksi, Bandung berada di urutan keenam 33.68 persen. ”Surabaya sendiri selama 2017 membukukan pertumbuhan nasabah baru sebesar 17.59 persen atau 199 nasabah di 2016 menjadi 234 nasabah di 2017. Sedangkan dari kenaikan volume transaksi sebesar 60.23 persen,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: