Kembangkan ekonomi kreatif, JOB PPEJ latih ibu rumah tangga merajut

Jum'at, 26 Januari 2018 | 09:49 WIB ET

BOJONEGORO, kabarbisnis.com: Sejumlah ibu-ibu duduk di kursi yang tertata melingkar. Sesekali bercanda, namun tangannya masih sibuk merajut. Dari yang tidak pernah kenal sama sekali, hingga enjoy dan bisa menikmati hasil rajutan. Mereproduksi barang bekas menjadi barang layak jual.

Mereka adalah warga perwakilan dari tujuh desa di wilayah sekitar lokasi pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) WK Blok Tuban Lapangan Sukowati. Mereka mengikuti program pengembangan ekonomi kreatif kerjasama antara Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ) dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemkab Bojonegoro.

Salah seorang peserta, Windarti mengatakan, selama mengikuti program pelatihan ketrampilan ini dia mengikuti sejak awal. Pelatihan kali ini merupakan fokus pada penguatan praktek. Dari yang tidak bisa sama sekali merajut, hingga kemudian mahir. "Sekarang sudah bisa merajut sepatu sendiri," ujar istri Kepala Desa Campurejo di Bojonegoro, Kamis (25/1/2018) petang.

Seorang mentor, Murdaningsih mengatakan, program rajut ini bisa menjadi alternatif ekonomi kreatif bagi masyarakat khususnya ibu untuk menambah penghasilan. Salah satu bahan bekas yang digunakan adalah alas sepatu yang sudah rusak kemudian dirajut. "Bagi sosialita sepatu rajut ini menjadi pilihan. Nanti juga bisa bikin cardigan, taplak meja, toples, bad cover dan banyak lagi," jelasnya.

Kepala Bidang Industri Kimia, Elektronika, Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker), Siti Mutmainah mengatakan, program ini merupakan tindaklanjut dari pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya. "Nantinya setiap desa ada pusat industri kreatif," jelasnya.

Selain rajut, program pelatihan pengembangan ekonomi masyarakat yang merupakan tanggung jawab perusahaan JOB PPEJ itu juga ada anyaman, batik tulis dan sablon. Pelatihan itu diikuti dari warga perwakilan di tujuh desa di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Di Kabupaten Bojonegoro ada Desa Ngampel, dengan pelatihan anyaman; Desa Sambiroto, pelatihan batik tulis; dan Desa Campurejo pelatihan rajut dan sablon. Sedangkan dari perwakilan Desa Rahayu, Bulurejo, Kebonagung, dan Desa Sokosari, Tuban dipisah ke berbagai pelatihan.

"Kegiatan ini masuk pada pos anggaran tanggung jawab sosial perusahaan tahun 2017. Kerjasama dengan Disperinaker, Bojonegoro Creative Network (BCN) dan LPK Andre Bojonegoro," pungkas Field Admin Superintendent JOB PPEJ, Akbar Pradima.kbc6

Bagikan artikel ini: