Pemerintah tambah 2,6 juta penerima Bansos, Darmin: Syaratnya tahap awal harus beres

Rabu, 17 Januari 2018 | 09:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berencana menambah jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sebanyak 2,6 juta keluarga pada Februari 2018. Hanya saja, penambahan itu baru bisa dilakukan setelah penyaluran BPNT tahap awal sebanyak 1,2 juta KPM terealisasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menerangkan, pemerintah akan menyalurkan BPNT kepada 1,2 juta KPM pada Januari ini.

"Tapi kita tetap membicarakan rencana penambahannya di Februari nanti. Kalau sudah beres yang 1,2 juta akan ditambah lagi dengan 2,6 juta yang bantuan nontunai," kata Darmin di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Darmin menerangkan, bantuan yang diberikan dalam bentuk kartu. Sehingga, kartu tersebut bisa dibelanjakan membeli kebutuhan pokok, seperti beras dan telur.

"Dia (KPM) lebih bebas kalau dapat kartu, dia bisa belanja di warung yang paling dekat dengan dia. Tentu saja nanti kartunya harus bisa dibaca sama alatnya. Sehingga dia bisa beli bukan hanya beras, tapi juga telur atau apa," sambungnya.

Lebih jauh Darmin menuturkan, penyaluran Bantuan Pangan Nontunai dilakukan setiap tanggal 25. Dia bilang, supaya pemerintah bisa menambah jumlah KPM BPNT, penyaluran di tahap awal harus berjalan dengan baik.

"Rencananya Februari akan dinaikkan dari 1,2 juta ditambah 2,6 juta KPM. Tetapi ada syaratnya, 1,2 juta itu benar-benar sudah beres. Artinya, keluarga miskin itu sudah dapat rekeningnya, kartunya. Kalau belum beres jangan ditambah dulu," ujar dia.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menambahkan, keputusan penambahan KPM dilakukan setelah penyaluran tahap awal 25 Januari mendatang. Jika beres, maka pemerintah akan menyepakati penambahan Bantuan Pangan Nontunai terhadap 2,6 juta KPM.

"Kapan itu bisa diketahui benar-benar sudah beres? Memang masih akan ada rapat setelah pengiriman 25 Januari, mungkin dua minggu setelah itu akan ada rapat beres atau nggak. Tambah 2,6 juta dan itu persiapannya sudah jalan dari sekarang. Tapi dia baru dilaksanakan kalau beres yang 1,2 juta," tukas Darmin. kbc10

Bagikan artikel ini: