Kementerian Desa PDTT gandeng BNI kembangkan daerah transmigrasi

Kamis, 28 Desember 2017 | 12:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) meneken perjanjian kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk serta 16 bupati tentang Pengelolaan Kawasan Transmigrasi (KTM). 

Sekjen Kemendesa PDTT Anwar sanusi menyampaikan, saat ini pihaknya telah mengembangkan Kawasan Transmigrasi dengan tiga kunci sukses, yaitu Reforma Agraria, Produk Unggulan Desa, dan Kemitraan dengan tujuan lebih luas untuk pembangunan kawasan, pemerataan pembangunan, serta persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Untuk melakukan itu semua, kami membutuhkan sinergi lintas sektoral. Kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Anwar.

Direktur BNI Adi Sulistyowati berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Kemendesa PDTT kepada BNI. BNI menyiapkan solusi dari hulu ke hilir berupa kartu tani untuk penyaluran bantuan/subsidi secara non tunai, solusi agen46/agen bank sebagai alternative usaha BUMDES dan Solusi pengembangan RMP (Rice Milling Plan) hingga solusi pemasaran produk hasil RMP melalui pasar regular (Pemda maupun masyarakat) maupun lewat online melalui BUMDES Mall.

“BNI juga memberikan solusi pembiayaan baik untuk petani dan agen46 dengan program KUR dan juga kredit Komersial lainnya untuk offtaker, distributor pupuk maupun pihak lain,” jelasnya.

Adi Sulistyowati menuturkan, sejak tahun 2016 BNI telah aktif mendampingi desa dalam pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Sampai dengan saat ini, BNI sudah mendampingi pembentukan 2.745 BUMDES, dan dalam upaya transparansi Dana Desa, saat ini juga telah dibuka 9.815 Rekening Kas Desa (RKD) dikelola melalui BNI. kbc2

Bagikan artikel ini: