Menhub minta angkutan barang diimbau tak beroperasi selama Natal dan Tahun Baru

Selasa, 19 Desember 2017 | 13:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menghimbau kendaraan dua sumbu ke atas untuk tidak beroperasi demi kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penghentian operasi angkutan barang ini berlaku pada 22-23 dan 29-30 Desember 2017.

“Kita melimpahkan kewenangan pada Korlantas. Jadi berkaitan buka tutup dari gate, penetapan policy-policy di lapangan kita berikan ke Korlantas. Hal lainnya adalah memastikan tanggal 22-23 dan 29-30 Desember 2017 dihimbau kendaraan lebih dari dua sumbu untuk tidak beroperasi. Hal tersebut baru sekedar himbauan, apabila terjadi kemacetan akan dialihkan melalui jalur Pantura,” Jelas Menhub dalam keterangannya, Selasa (19/12/2017).

Lebih lanjut Menhub menjelaskan untuk angkutan udara lebih difokuskan di Bandara Soekarno-Hatta.Menhub meminta untuk menghitung secara jelas volume dari Bandara Soekarno-Hatta agar dapat ditentukan supply yang pas dalam menghadapi angkutan Nataru.

Baginya, untuk angkutan udara, berkaitan dengan sarana tidak ada masalah. Hanya saja yang akan menjadi masalah adalah penumpukan pada tanggal 22, 23 dan 24. Oleh karenanya Menhub menghimbau agar mudik sebelum tanggal 22.

Untuk terus meningkatkan keselamatan, Kementerian Perhubungan terus melakukan ramp check secara terus-menerus dan meminta kepada jajaran Polri dan Dishub setempat agar menindak bus-bus yang tidak laik jalan.“Ramp check akan dilakukan terus-menerus dan kita minta bantuan Polri dan Dishub untuk melakukan law enforcement menghentikan bus yg tidak laik jalan,” ucap Menhub Budi Karya.

Direktur Jasa Marga Desi Aryani menambahkan untuk kelancaran angkutan Nataru pada ruas Jakarta-Cikampek aktifitas proyek akan dihentikan.“Aktifitas proyek di ruas Jakarta-Cikampek dihentikan dari tanggal 22 Desember 2017 s/d 2 Januari 2018, jadi tidak ada aktifitas proyek sama sekali,” kata Desi. kbc11

Bagikan artikel ini: