Pemerintah pede program pembangunan pangkas gini ratio secara signifikan

Senin, 18 Desember 2017 | 20:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengklaim program pembangunan nasional dalam kurun waktu dua tahun terakhir telah berdampak signifikan terhadap penurunan gini ratio, yang merupakan indikator tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh.

Menurutnya rata-rata penurunan gini ratio sejak 2015 sebesar 0,75 poin pertahunnya. Koefisien gini ratio untuk Maret 2017 tercatat 0,393 atau turun dari 0,408 pada 2015 lalu. Dia berharap tahun 2018 nanti tren penurunan ini akan terus berlanjut.

"Kita bisa lihat bahwa koefisien gini paling tidak sudah menunjukkan tren penurunan sejak 2 tahun terakhir. sudah ada tren penurunan dan trennya sudah di bawah 0,4, meskipun angka 0,39 itu tipis, tapi itu tidak mudah untuk mencapainya," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Selain gini ratio yang turun, dampak pembangunan yang dilakukan pemerintahan Jokowi - JK kata Bambang juga berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Penurunannya rata-rata pertahun sebesar 0,34% per tahun. Diperkirakan sampai akhir tahun ini TPT akan terpangkas menjadi 5,5 % dari 6,18% pada tahun 2015 lalu.

Lebih lanjut, dampak dari pembangunan juga berdampak pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yaitu sebesar 70,99 pada tahun 2017 dari sebelumnya 69,55 pada 2015. Sementara prosentase penduduk miskin berkurang dalam setahun sebesar 0,22% atau dari 10,86 % menjadi 10,64% atau mengalami penurunan 0, 22% dalam rentang waktu Maret 2016 ke Maret 2017.

"Tingkat kemiskinan memang naik turun, waktu zaman Orde Baru masuk tingkat kemiskikann kita 40 persen, tapi dengan pembangunan yang berkelanjutan tingkat kemiskinan sudah di bawah 12 persen. Tapi kemudian ada krisis, ekonomi kita terkontraksi, kemiskinan loncat lagi ke atas 20 persen dan kemudian turun lagi setelah recovery," ulasnya.

Untuk menjaga tren perbaikan tersebut, tambah Bambang, pemerintah akan berupaya maksimal agar pertumbuhan ekonomi terus membaik. Salah satunya menjaga inflasi agar terus di bawah target yang ditetapkan. Menurutnya inflasi sangat berdampak bagi kemiskinan. Selain itu pemerintah akan mendorong kemudahan berinvestasi agar dana yang masuk dapat disalurkan untuk penciptaan lapangan kerja.

"Bagaimana mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja, cari dulu investasinya bisa dari luar dan dalam negeri. Artinya kita harus terus jaga tingkat investasi dan jaga iklim investasi," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: