Tahun 2017 tinggal dua minggu, penerimaan Bea Cukai minus Rp36,35 triliun

Senin, 18 Desember 2017 | 17:27 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total penerimaan bea dan cukai sebesar Rp152,79 triliun hingga 15 Desember 2017. Angka ini baru mencapai 80,78% dari target sebesar Rp189,14 triliun di Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

Penerimaan ini terdiri dari Bea Masuk sebesar Rp33,02 triliun atau sebesar 99,24% dari target Rp33,28 triliun, Bea Keluar sebesar Rp3,73 triliun atau sebesar 138,49% dari target sebesar 2,70 triliun, dan Cukai Rp116,02 triliun atau sebesar 75,75% dari target Rp153,16 triliun di 2017.

"Penerimaan hingga 15 Desember udah capai 80% dari target tahun ini. Penerimaan udah Rp152,79 triliun," ungkap Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi di Tanjung Emas, Semarang, Senin (18/12/2017).

Dengan capaian ini, artinya DJBC masih harus mengumpulkan kekurangan penerimaan sekitar Rp36,35 triliun dalam 2 minggu ini hingga akhir tahun.

Namun Heru yakin target akan tercapai karena seperti tahun sebelumnya, di Desember akhir akan ada pemasukan tiga kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

"Khusus cukai rokok akan ada lonjakan penerimaan di akhir Desember. Meningkat hingga tiga kali lipat dari bulan biasanya. Tahun kemarin Rp44 triliun," ungkap Heru.

Heru menjelaskan peningkatan cukai rokok ini dikarenakan pengusaha akan memesan lebih lebih banyak cukai di Desember untuk Januari dan Februari. Dari pemesanan ini maka akan dilakukan pelunasan di akhir Desember, biasanya 28 Desember, karena memang ketentuannya seperti itu.

"Itu digabungkan dengan pelunasan pembayaran di akhir tahun. Selain itu juga berpengaruh pada penertiban cukai ilegal. Bea Cukai yakin sesuai dengan proyeksi karena rokok sudah memesan pita cukai," tukasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: