Lapindo Brantas lakukan optimalisasi produksi gas hingga 85 mmscfd di 2019

Rabu, 8 November 2017 | 10:30 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Paska mendapatkan ijin dari masyarakat sekitar untuk melakukan aktifitas eksploitasi di sejumlah sumur gas di blok  Brantas selama 24 jam, PT Lapindo Brantas Inc. terus melakukan optimalisasi produksi. Terlebih cadangan gas di blok migas yang berada di wilayah Sidoarjo tersebut diperkirakan mencapai 6,7 milliar kaki kubik / billion cubic feet (bcf).

Saat ini, Lapindo Brantas memiliki 5 area dengan 34 sumur. 3 area berada di laut dan 2 area berada di darat. Untuk sekarang, Lapindo fokus di darat terutama di area 2 yang membawahi daerah Wunut dan Tanggulangin

“Syukurlah sekarang warga sudah memberikan ijin kepada kami untuk melakukan aktifitas selama 24 jam. Sekarang kami di sini sudah seperti layaknya perusahaan minyak lainnya yang bisa berproduksi sehari penuh. Dan tren produksi di lapangan Wunut dan Tanggulangin sudah mulai menanjak, dari awalnya yang hanya sekitar 2 million standard cubic feet per day (mmscfd) sekarang sudah mencapai 10,3 mmscfd,” ujar Vice President PT Lapindo Brantas Inc., Christanto Budi Santosa saat kunjungan Media di Sumur Wunut Tanggulangin Sidoarjo, Selasa (7/11/2017).

Optimalisasi produksi tersebut akan terus dilakukan dengan mengacu pada besarnya cadangan gas yang tersedia. Sampai akhir 2017, ditargetkan produksi gas bakal mencapai 20 mmscfd melalui optimalisasi kemampuan compessor terpasang dan meningkatkan  kemampuan DDU dan Workover & wellservices sumur-sumur eksisting.

Selanjutnya di tahun 2018,  produksi gas ditargetkan mencapai 40 mmscfd dengan melakukan optimalisasi produksi untuk sumur eksisting di lapangan Tanggulangin naik hingga 5 mmscfd serta melakukandrilling sumur 2 baru sekitar 5 mmscfd. Sedangkan untuk sumur eksisting yang ada di Wunut akan dilaukan maintain production untuk menjaga produksi agar tetap stabil.

“Dan di tahun 2019, kami mematok target produksi sebesar 85 mmscfd dengan melakukan drilling sumur satu baru di Kedaton dengan produksi sebesar 60 mmscdf,” tambahnya.

Selain melakukan optimalisasi produksi, Lapindo juga tengah berjuang memperpanjang kontrak untuk Blok Brantas yang bakal berakhir di tahun 2020. Perpanjangan diajukan hingga tahun 2040 dengan harapan nantinya bisa berproduksi sekitar 300 mmscfd hingga 600 mmcfd.kbc6

Bagikan artikel ini: