PTPN X gandeng NEC petakan lahan tebu via aplikasi

Kamis, 19 Oktober 2017 | 17:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: BUMN produsen gula, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, menjalin kerjasama dengan perusahaan IT, Nippon Electric Company (NEC) Indonesia dalam pembuatan aplikasi Smart Sugarcane System (3S).

Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan aplikasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan data satelit lahan, big data lahan dan petani serta machine learning sehingga akan diperoleh proses bisnis yang efektif dan mampu memprediksi produksi tebu baik dalam tonase maupun rendemen dengan lebih akurat.

“Dengan sistem ini dapat diketahui perlakuan yang cocok untuk setiap lahan guna mencapai produktivitas lahan yang tinggi. Pada akhirnya diharapkan langkah ini bisa mendukung terwujudnya swasembada gula di 2018,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/10/2017).

Ia menambahkan, dalam kerjasama ini nantinya NEC Indonesia akan menyediakan satelit yang mampu memetakan lahan tebu secara tepat dan menyeluruh. Nantinya pemetaan tersebut akan ditunjang data-data dari PTPN X, mulai dari pemilik, luasan, hingga pemanfaatan lahan.

Aplikasi 3S ini juga disertai dengan metode machine learning yang mampu mengolah angka-angka produksi PTPN X menjadi data yang lebih akurat. Ke depan, data tersebut dapat dijadikan dasar dalam memprediksi pola produksi pabrik gula beberapa tahun ke depan.

Dengan menggunakan data ini bisa diprediksi pola produksi giling beberapa tahun ke depan. Sehingga PTPN X mampu melakukan evaluasi dan pembenahan baik dari sisi on farm maupun off farm guna menghasilkan tebu yang berkualitas.

Aplikasi 3S ini telah dipaparkan secara langsung dalam konferensi internasional World Plantation Conference and Exhibition (WPLACE) 2017, yang digelar tanggal 18-20 Oktober 2017 di Grand Sahid Hotel Jakarta. Langkah selanjutnya, kerjasama ini akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Ke depan, PTPN X dan NEC Indonesia akan membuat prototype aplikasi 3S yang disempurnakan melalui data-data produksi PTPN X dan hasil foto lahan melalui satelit yang dimiliki oleh NEC Indonesia. Rencananya 3S akan mulai diujicobakan di tahun 2018.

Sebelum mengimplementasikan 3S, PTPN X juga telah mengaplikasikan sistem e-Farming, yang dapat memudahkan proses pendaftaran areal lahan, meningkatkan akurasi data lahan, hingga memudahkan monitoring dan evaluasi lahan yang terdaftar.

“PTPN X terus melakukan perbaikan baik dari sisi on farm maupun off farm guna menghasilkan Bahan Baku Tebu (BBT) yang berkualitas. Sehingga pencapaian target swasembada secara kualitas dan kuantitas sangat mungkin untuk diwujudkan,” papar Dwi. kbc8

Bagikan artikel ini: