Dukung program santripreneur, ini yang akan dilakukan pemerintah

Selasa, 10 Oktober 2017 | 23:40 WIB ET

LAMONGAN, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemperin) telah menyiapkan dua model strategis dalam upaya pelaksanaan program Santripreneur, yang bertujuan mendorong penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Dua model tersebut adalah Santri Berindustri dan Santri Berkreasi.

“Program Santri Berindustri memperhatikan unit industri yang telah ada dan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan ponpes tersebut, yang terdiri dari santri dan alumni santri,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih pada Pembukaan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan serta Serah Terima Bantuan Mesin dan Peralatan Bagi IKM di Ponpes Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, Senin (9/10/2017).

Gati mengatakan, implementasi model Santri Berindustri, perlu dilakukan melalui program pengembangan unit industri yang telah dimiliki ponpes maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial. Langkah ini diharapkan dapat mendorong unit industri tersebut menjadi tempat magang para SDM di lingkungan Ponpes.

“Pendekatan lainnya, kami akan memberikan fasilitasi melalui program pelatihan dan pendampingan, jejaring, serta pembekalan manajerial guna menempa skill mereka yang akan dibekali oleh Direktorat Jenderal IKM,” tuturnya.

Gati menjelaskan, program Santri Berkreasi akan dijalankan melalui dua jenis kegiatan, yaitu Lifeskill Program dan Pesantren Animation Center (PAC). “Sedangkan, kegiatan PAC untuk menyediakan wadah bagi para santri kreatif, yang telah mendapatkan Lifeskill Program agar terus memproduksi karya digital animasi dan multimedia sehingga tercipta keberlanjutan program sebelumnya yang telah diberikan,” paparnya.

Program penumbuhan wirausaha industri baru tersebut, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, di mana Kemperin memiliki target penciptaan 5.000 wirausaha baru pada tahun 2017 dan sebanyak 20.000 wirausaha baru di akhir 2019. Selain itu, dalam upaya menghadapi era ekonomi digital dan Industry 4.0 yang membutuhkan SDM kompeten dan mampu menggunakan teknologi baru yang diterapkan oleh industri saat ini.

Potensi Ponpes

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, dalam kurun waktu 2013-2015, pihaknya melalui Ditjen IKM telah membina beberapa ponpes lewat program pelatihan yang tematik dengan disesuaikan keperluan dan potensi industri saat ini. Kekuatan ponpes, terlihat dari data Kementerian Agama, yang menunjukkan jumlah ponpes di Indonesia sebanyak 27.290 lembaga dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang pada tahun 2014.

Kemperin mencatat, jumlah IKM tumbuh mencapai 165.983 unit pada tahun 2016 atau meningkat 4,5 persen dibandingkan tahun 2015. Sementara pada 2017, jumlah IKM ditargetkan mencapai 182.000 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 400.000 orang. “Dengan pencapaian yang cukup besar, IKM memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan berkontribusi pada pengembangan sektor swasta yang dinamis,” tegas Menperin. kbc10

Bagikan artikel ini: