Teka-teki investor di balik akuisisi Bank Muamalat

Senin, 9 Oktober 2017 | 12:37 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai, akuisisi Muamalat oleh PT Minna Padi sebagai sebuah langkah positif.

Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Anggawira menilai, kini bank Muamalat tengah bangkit kembali setelah 25 tahun dikuasai oleh pemegang saham asing.  Momen tersebut merupakan pendorong majunya perbankan syariah di Indonesia.

"Muamalat ini milik kita, umat Islam di Indonesia. Masuknya PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk sebagai investor menjadi momentum yang mendorong Muamalat berkontribusi besar untuk kepentingan umat," tutur Anggawira.

Lantas, siapa investor di balik Minna Padi? Sempat beredar kabar bahwa Lippo Group ada di balik aksi akuisisi ini. Namun, Anggawira menyangkal informasi tersebut.

"Tidak ada kaitannya sama sekali dengan Lippo Group, Minna Padi ini didukung oleh Setiawan Ichlas, pengusaha muda Muslim asal Palembang," jelasnya.

Anggawira yakin, bank Muamalat akan tetap pada khitahnya sebagai sarana perjuangan umat Islam, terutama dalam membangun perekonomian yang berlandaskan syariah. Apalagi, saat ini Muamalat telah didukung oleh penguatan modal.  

Dengan bertambahnya modal Muamalat, Anggawira berharap bank syariah tersebut dapat membuat terobosan-terobosan inovatif. Ia ingin Muamalat menjadi perbankan syariah yang mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan umat. 

Mengakuisisi Muamalat, Minna Padi menjadi pemegang saham terbesar sekaligus akan menaikkan modal bank. Sebelumnya, modal Muamalat hanya berjumlah Rp 3,6 triliun. 

Nilainya akan membengkak menjadi Rp 8,1 triliun. Hal tersebut juga mendorong naiknya kelas Bank Muamalat menjadi Bank kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III. kbc12

Bagikan artikel ini: