Industri batu bara membaik, laba bersih ADRO melompat 82%

Senin, 28 Agustus 2017 | 23:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mampu mencetak kinerja yang moncer. Sepanjang semester I 2017, ADRO mencetak laba bersih US$ 222,39 juta, lompat 82% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 122,11 juta.

Lompatan laba bersih itu tak lepas dari membaiknya industri batubara. "Kenaikan rata-rata harga jual batubara 42% dari periode yang sama tahun lalu menyebabkan kenaikan harga jual rata-rata bagi ADRO," ujar Presiden Direktur & Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir, di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Alhasil, ADRO mampu meraup pendapatan dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara sebesar US$ 1,45 miliar. Angka ini naik 32% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 1,1 miliar.

Kondusifnya industri batubara turut membuat bisnis penunjang batubara yang juga dimiliki ADRO ketiban pulung. Sehingga, secara konsolidasi, pendapatan ADRO semester I tahun ini sebesar US$ 1,55 miliar, naik 31% dibanding paruh waktu tahun lalu, US$ 1,18 miliar.

Kenaikan laba juga didukung oleh efisiensi yang ADRO jalankan. Hal ini tercermin dari posisi beban pokok perusahaan. Meski naik 16% year on year (yoy) menjadi US$ 1,02 miliar dari sebelumnya US$ 873 juta, namun porsinya terhadap pendapatan sejatinya justru turun hingga ke level 55% dari sebelumnya lebih dari 70%.

Berkat efisiensi itu juga, ADRO mampu mencatat kenaikan EBITDA operasional sebesar 58% yoy menjadi US$ 626 juta. "Sehingga, kami berada pada posisi yang tepat untuk mencapai target EBITDA operasional yang ditetapkan pada kisaran AS$ 900 juta sampai AS$ 1.100 juta.

Bagikan artikel ini: