Tunjungan Plaza Surabaya dicanangkan sebagai Mall Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 24 Agustus 2017 | 09:17 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com:  BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa telah mencanangkan Tunjungan Plaza (TP) Surabaya sebagai Mall Sadar BPJS Ketenagakerjaan. Pencanangan ini mengacu pada besarnya komitmen mall milik Pakuwon Grup ini dalam menyukseskan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini adalah yang pertama diadakan BPJS Ketenagakerjaan, menyusul di 5 kota berikutnya.  Ada dua faktor dominan yang mendasari kami untuk menjadikan TP sebagai Mall Sadar BPJS Ketenagakerjaan. Pertama karena seluruh pekerja di Pakuwon ini sudah terlindungi dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam empat program sekaligus. Kedua, mereka mendukung dan mempersilahkan kami menggunakan mall ini sebagai tempat sosialisasi program jaminan sosial,” ujar Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa Suharto di sela acara sosialisasi dan launching Mall Sadar BPJS Ketenagakerjaan di TP2 Surabaya, Rabu (23/8/2017).

Dijelaskannya, ada sekitar 2 ribu pekerja Pakuwon Grup yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan termasuk pekerja kontrak atau outsorcing. Mereka juga telah didaftarkan pada empat program, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.  “Selain itu, lokasi mall TP ini sangat strategis dan menjadi mall yang paling digemari masyarakat,” tambahnya.

Sementara jumlah tenant di TP yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih kecil, hanya sekitar 25% dari potensi yang ada. Dengan pencanangan ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa berharap seluruh tenant akan mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Potensinya sangat besar. Jika satu tenant saja jumlah pekerjanya sekitar 6 orang, maka potensinya mencapai 6 ribu hingga 10 ribu pekerja. Karena jumlah tenant di sini mencapai seribu tenant. Sementara yang terdaftar sebagai peserta masih 25 persen. Harapan kami, di akhir 2017, seluruh tenant bisa menjadi peserta,” lanjutnya.

Dengan adanya kerjasama dengan Pakuwon, maka target tersebut akan lebih mudah terealisasi. Karena  Pakuwon telah mempersilahkan mall nya digunakan untuk melakukan sosialisasi. Bahkan pihak Pakuwon berjanji untuk ikut berpartisipasi dengan mengundang tenant tersebut.

“Kalau kita yang mengundang, biasanya yang datang perwakilan dan bukan pemilik atau penentu keputusan. Tetapi jika pihak Pakuwon yang mengundang, maka yang datang biasanya pemilik tenant. Dan ini lebih mengena untuk kegiatan sosialisasi,” kata Suharto.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Pemprov Jatim akan terus mendukung dan ikut serta dalam menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan. Karena program ini sangat bagus dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat karena risiko yang dialami pekerja bisa dialihkan. Ada yang akan menjamin ketika terjadi apa-apa.

“Kalau kesadaran meluas, masyarakat sudah banyak yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka menguntungkan bagi semuanya, bagi pekerja dan bagi pengusaha,” kata Saifullah Yusuf.

Saat ini, jumlah pekerja di sektor formal atau Penerima Upah (PU) di seluruh Jatim mencapai 6 juta tenaga kerja. Sementara yang sudah menjadi peserta masih sekitar 1,5 Juta tenaga kerja. Sedangkan di sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) yang elah menjadi peserta hanya mencapai 94 ribu tenaga kerja, padahal potensinya sangat besar.  Untuk itu, Jatim menargetkan semua pekerja sektor formal akan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2019.kbc6

Bagikan artikel ini: