BBI berhasil selesaikan dua unit boiler pesanan WIKA

Jum'at, 18 Agustus 2017 | 14:24 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Boma Bisma Indra (Persero) berhasil menuntaskan boiler dengan lisensi sendiri dan diberi nama “De Boiler Bromo Indonesia” yang merupakan pesanan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebanyak 2 unit berkapasitas 20 ton per jam seharga Rp 10 miliar. Dua pesanan yang mulai dikerjakan awal Januari 2017 itu kini sudah tuntas dikerjakan.

Dirut Boma Bisma Indra (BBI), Rahman Sadikin mengatakan, WIKA memesan dua unit boiler untuk memenuhi pesanan perusahaan minyak goreng, PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha baru PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III di Kawasan Industri Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Dua unit boiler pesanan WIKA itu sudah selesai dikerjakan dan siap dikirim ke Sei Mangkei,” kata Rahman usai acara pelepasan produk perdana boiler “De Bromo Boiler Indonesia” di pabrik BBI di Pasuruan, Kamis (17/8/2017).

Pengalaman BBI dalam memproduksi boiler sejatinya sudah teruji sejak 1950-1960-an dengan produk boiler yang sudah melegenda “De Bromo” dan banyak digunakan di industri pabrik gula di tanah air sampai sekarang. Namun produk itu belum menggunakan lisensi BBI.

“Sedang produk boiler yang terbaru ini menggunakan lisensi sendiri dengan kandungan lokal mencapai 97 persen yang akan digunakan untuk industri,” jelas Rahman.

Ia mengungkapkan kerjasama BBI dengan WIKA akan terus berlanjut. “Kita sepakat meningkatkan kerjasamanya dengan WIKA untuk pengembangan pasar De Bromo Boiler Indonesia. Kedepan akan dilakukan pemasaran boiler ini bersama WIKA,” ungkap Rahman.

Sementara Project Manager DIP Wika, Agus Hariyanto menyatakan, banyak peluang yang bisa diraih BBI dengan produk boiler barunya itu terutama terkait dengan rencana revitalisasi industri gula di tanah air. Salah satunya adalah pengadaan boiler pabrik gula (PG) Rendeng, Jawa Tengah. “Kita memberi peluang BBI untuk mengerjakan boiler bagi pabrik gula Rendeng tersebut,” katanya. kbc1

Bagikan artikel ini: