Sinarmas Land gencar bangun proyek di Inggris

Kamis, 27 Juli 2017 | 15:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sinarmas Land Limited tampaknya kian agresif mengembangkan proyek properti di negara lain. Kali ini, anak usaha Sinarmas Group ini berencana membeli proyek di Inggris atau negara lain di Eropa.

Khusus di Inggris, perusahaan tersebut menyatakan bahwa kontribusi dari negeri Ratu Elizabeth II tersebut selama ini mencapai 70% terhadap total pendapatan dari luar Indonesia.

Hanya saja, sejauh ini belum ketahuan detail rencana itu. "Walaupun baru saja mengakuisisi di Victoria, jika tahun ini ada lokasi yang tepat untuk berinvestasi, kami sudah siap melakukan akuisisi lagi," ujar Ferdinand Sadeli, Direktur Eksekutif Sinarmas Land Limited, Rabu (26/7/2017).

Yang jelas, keputusan akuisisi aset properti Sinarmas Land senantiasa mempertimbangkan banyak hal. Sebut saja, kesesuaian aset dengan target investasi, perkiraan imbal hasil, kemudahan pendanaan, serta sistem hukum dan perpajakan.

Apalagi, pasar investasi properti di luar negeri terutama Inggris yang sangat kompetitif. Menurut pengalaman Sinarmas Land, banyak investor China, Korea, Jepang, Rusia dan Timur Tengah yang berebut investasi di sana.

Tak heran, rencana akuisisi properti Sinarmas Land selalu membutuhkan waktu yang panjang. "Ini menyebabkan ada proses yang panjang dalam mencari pendanaan yang tepat supaya bisa memberikan return yang baik, yang terpenting adalah yield," terang Ferdinand.

Asal tahu, Sinarmas Land telah memiliki tiga proyek properti di Inggris. Proyek terbaru adalah gedung 33 Horseferry Road (33HF) di London. Mereka memiliki aset itu setelah mengakuisisi Horseferry Property Limited senilai sekitar 188,6 juta pada 29 Juni 2017 lalu.

Dua proyek Sinarmas Land lain di Inggris adalah pusat perkantoran dan hunian small office and home office (SOHO) serta Alphabeta Building. Alphabeta Building yang berada di area Shoredicth, London, dibeli oleh perusahaan tersebut akuisisi pada harga 259,3 juta atau sekitar US$ 558,5 juta pada tahun 2015.

Selain Inggris, Sinarmas Land memiliki proyek properti di China, Singapura dan Malaysia. Proyek mereka di China berupa dua apartemen di Chengdu dan Shenyang.

Sementara di Negeri Singa, Sinarmas Land memiliki satu kawasan yang berisi perkantoran dan area komersial. Kalau proyek di Johor, Malaysia berupa hotel dan resor seluas 300 hektare (ha). Ada pula tanah kosong di Malaysia yang akan mereka kembangkan menjadi residensial.

Tahun ini, Sinarmas Land ingin kontribusi pendapatan dari luar Indonesia naik dari 10% menjadi 15%. Barulah selebihnya kontribusi pendapatan dari Indonesia.

Sepanjang kuartal I 2017, Sinarmas Land yang tercatat di bursa saham Singapura mencetak pendapatan S$ 237,13 juta atau tumbuh 31,82% ketimbang kuartal I 2016. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk S$ 37,20 juta atau naik dua kali lipat lebih.

Sinarmas Land di Indonesia melaju lewat dua anak usaha, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk. Pendapatan Bumi Serpong saja per kuartal I 2017 tercatat Rp 1,75 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: