Meski pembiayaan bermasalah naik, laba BNI Syariah tetap moncer, ini rinciannya

Rabu, 26 Juli 2017 | 08:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih Rp165 miliar per Juni 2017, tumbuh 13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp146 miliar.  

Plt. Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, pertumbuhan laba disokong oleh ekspansi pembiayaan, kontribusi komposisi rasio dana murah, serta efisiensi operasional yang terus terjaga.  

“Pembiayaan kami tumbuh 18,85% secara year on year per akhir semester pertama ini menjadi Rp22,56 triliun dari Rp18,98 triliun,” beber Firman.

Dia merinci, dari total pembiayaan sebesar Rp22,56 triliun, sebagian besarnya merupakan pembiayaan konsumer 51,9%, lalu disusul pembiayaan ritel produktif atau UKM 21,7%, komersial 19,3%, mikro 5,6%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card sekitar 1,5%. 

Pertumbuhan pembiayaan disertai kenaikan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) secara gross maupun net. NPF gross per akhir Juni tahun ini 3,38% sedangkan NPF net 1,76%, mayoritas didorong karena masih jebloknya harga komoditas. kbc1

Bagikan artikel ini: