Industri perbankan syariah semakin prospektif

Sabtu, 5 Desember 2009 | 12:23 WIB ET
(dok. kabarbisnis.com)
(dok. kabarbisnis.com)

SURABAYA - Prospek industri perbankan syariah bakal terus mentereng mengingat penetrasi bank-bank berbasis hukum Islam tersebut yang semakin kuat. Sistem keuangan syariah yang dinilai lebih adil dan tahan krisis menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat.

Demikian dikemukakan Kepala Kanwil IV PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Taufik Machrus di Surabaya, Jumat (4/12/09).

Menurut Taufik, bank syariah lebih tahan terhadap krisis ekonomi karena selalu mensyaratkan setiap transaksi harus mempunyai basis aset (underlying asset) yang jelas dan terukur. Sistem bagi hasil juga dinilainya lebih menguntungkan dan adil.

“Bank syariah bisa lebih survive. Sebab dalam bank syariah menerapkan sistem bagi hasil. Penentuan bagi hasil maupun angsuran ditentukan sejak awal dan tidak akan berubah-ubah,” jelasnya. Besarnya bagi hasil tergantung omzet usaha atau investasi yang didapat debitur,” jelasnya.

 

Ke depan dia optimistis bisnis perbankan syariah akan semakin tumbuh dan berkembang. “Pemainnya akan semakin banyak dan akan terjadi ekspansi dan bisa mengurangi pasar bank konvensional,” terangnya.

Dia juga tidak khawatir dengan akan bertambahnya layanan bank syariah yang dibuka bank-bank konvensional termasuk bank asing. “Semakin banyak bank yang membuka layanan syariah membuat kami senang karena bank syariah butuh usaha yang tinggi untuk edukasi,” katanya. kbc5

Bagikan artikel ini: