18 Kargo LNG belum laku, pemerintah berburu pembeli potensial

Rabu, 12 Juli 2017 | 18:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah mencarikan pembeli potensial bagi 16 hingga 18 kargo LNG yang berlum terserap di pasar ekspor. Keputusan ini diambil mengingat kedepan produksi LNG domestik akan semakin bertambah.

Wiratmaja menjelaskan disatu sisi hal ini menunjukan sinyal positif bahwa Indonesia akan terlepas dari keteragantungan Impor LNG sebagai bahan baku elektrifikasi. Namun, disatu sisi memang minimnya serapan kargo untuk ekspor tersebut menjadi hal yang perlu digenjot oleh pemerintah."Tahun ini terdapat 16-18 kargo yang belum terserap dan rencananya akan dijual untuk industri di dalam negeri," ujar Wiratmaja disela ajang Gas Indonesia Summit and Exhibition 2017 Summit, Rabu (12/7/2017).

Data Kementerian ESDM menunjukan kargo gas yang tidak terserap ini memang memiliki tren yang terus meningkat. Pada 2014 ada 22 kargo, rinciannya 16 kargo diekspor dan sisanya untuk domestik. Setahun kemudian membengkak jadi 66 kargo, rinciannya 60 kargo diekspor dan 6 kargo untuk dalam negeri.

Tahun lalu juga ada 66,6 kargo tidak terserap, rinciannya 43 kargo diekspor dan 23,6 kargo untuk dalam negeri. "2035 akan ada uncommitted cargo. Bisa 50-60 per tahun," ujar dia.

Untuk bisa memaksimalkan daya serap LNG ini pemerintah akan melakukan effort untuk dapat memaksimalkan penyerapan LNG ini. Wiratmaja  menjelaskan tidak terserapnya kargo LNG ini karena banyaknya kargo hanya bentuknya komitmen dan belum memiliki kontrak. Jadi mereka bisa membatalkan pembelian gas.

Faktor lainnya adalah peningkatan produksi gas dari hulu, penurunan permintaan dari pembeli, atau adanya pesaing lain yang menawarkan lebih murah dari domestik. “Kami berharap hingga akhir tahun kargo tersebut terserap semua di dalam negeri," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: